Ramadhan Mubarak

Musibah dan Ramadhan

SEDIKIT sedikit aneh ketika menyandingkan dua kata yang agak bertolak belakang dan kemudian membentuk satu judul

Editor: bakri
Iskandar Usman Al-Farlaky, SHI 

Allah Swt berfirman, “Maka Allah merasakan kepada mereka kehinaan pada kehidupan dunia. Dan sesungguhnya azab pada hari akhirat lebih besar kalau mereka mengetahui.” (QS. az-Zumar: 26)

Kita dapat memilih dalam bersikap terhadap jenis musibah yang menimpa: Pertama, orang yang menganggap bahwa musibah adalah sebagai hukuman dan azab kepadanya. Sehingga, dia selalu merasa sempit dada dan selalu mengeluh.

Kedua, orang yang menilai bahwa musibah adalah sebagai penghapus dosa. Ia tidak pernah menyerahkan apa-apa yang menimpanya kecuali kepada Allah Swt. Dan, ketiga, orang yang meyakini bahwa musibah adalah ladang peningkatan iman dan takwanya. Orang seperti ini biasanya selalu tenang serta percaya bahwa dengan musibah itu Allah Swt menghendaki kebaikan bagi dirinya.

Pribadi luar biasa
Semoga momentum Ramadhan tahun ini dapat mengantarkan kita menjadi pribadi-pribadi luar biasa yang menggerakkan peradaban bangsa dan agama ini menjadi patron kebaikan, bangkit dari keterpurukan, dan menuai hikmah atas berbagai musibah dan kepedihan yang telah kita lewati.

Kebaikan-kebaikan yang kita tabur hari ini kelak akan menjadi saksi dan penolong kita di hadapan Allah, dan setiap kebaikan tersebut pasti akan menarik kebaikan lainnya. Oleh karena itulah kita mesti mencontohkannya, memulainya dan membudayakannya dengan segenap ketulusan dan keikhlasan.

Ramadhan, bukan ending, tapi merupakan start awal untuk memulai, mari memulainya pada Ramadhan yang mulia ini agar ragam musibah yang menimpa negeri yang kita cintai ini berbuah hikmah yang kemudian semakin menguatkan kita dan mendekatkan diri kita kepada Allah Rabbul Izzah.

Sejatinya musibah yang paling pedih adalah ketika kita kehilangan rasa kemanusiaan, dan tertutupnya hati untuk saling tolong-menolong sesama hamba Allah yang beriman. Maka Ramadhan merupakan tempat untuk menempa diri kita, agar selalu berkasih-sayang dan menabur kebaikan semampu kita. Wassalam.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved