Ramadhan Mubarak

Dakwah Islamiah

KATA dakwah merupakan kata masdar dari kata kerja (da’a, yad’u, da’wah) yang mengandung pengertian ajakan

Dakwah Islamiah
ist
Dr. Tgk. Hasanuddin Yusuf Adan, MCL, MA 

Dakwah bil mau’idhatul hasanah adalah gerakan dakwah yang disampaikan da’i penuh dengan pelajaran dan tuntunan yang baik serta perlu dan penting bagi mad’u. dengan demikian mad’u merasa ada sesuatu yang dibawa pulang dari gerakan dakwah yang disampaikan oleh seorang da’i, sehingga ummah menarik dan merasa perlu untuk mengikuti dakwah-dakwah selanjutnya.

Dakwah bilmujadalah adalah satu unsur penting bagi gerakan dakwah karena dalam gerakan tersebut mengedepankan diskusi, dialog, tukar pikiran yang semua itu disebut ber-mujadalah. Dengan cara demikian diharapkan majelis dakwah semakin hidup, berkembang dan maju. Dengan cara itu pula para mad’u yang sumber daya manusianya tinggi mudah menerima pesan dan kesan dari sesuatu gerakan dakwah.

Karena dakwah itu sifatnya ofensif dan defensif dalam bingkai amar ma’ruf nahi munkar, maka antara da’i dan mad’u harus memiliki sikap dan sifat ofensif dan defensif sekaligus. Ofensif dominannya berada pada setiap da’i sementara ofensif harus dimiliki oleh setiap mad’u, artinya gerakan dakwah itu baru menemui target yang hendak dicapai ketika ada dua hal tersebut melekat pada setiap da’i dan mad’u.

Kalau dua sifat tersebut tidak ada pada da’i dan mad’u, maka target dakwah akan lambat sekali berada di perjalanan dan lama sekali sampai ke tujuan. Demikian juga kalau salah satunya tidak dimiliki oleh yang berhak memilikinya, maka perjalanan dakwah akan macet dan lamban berlabuh di dermaga.

Target dakwah
Adapun target asasi dakwah yang harus tercapai dalam satu proses gerakan dakwah antara lain: Pertama, da’i harus istiqamah dengan akidah, syariah, dan akhlak karimah; Kedua, da’i harus mulai dari diri sendiri; Ketiga, da’i harus sesuai antara ucapan dakwahnya dengan amalan hariannya;

Keempat, mad’u harus berubah sikap, cara hidup, cara pikir, perilaku kesehariannya dari yang negatif kepada yang positif; Kelima, mad’u harus bertambah ilmu dan cara mengamalkannya; Keenam, wujudnya ukhuwah islamiah yang sempurna dalam kehidupan umat; Ketujuh, umat rajin beribadah, sehingga masjid-masjid penuh dengan shalat berjamaah dan warung kopi tidak penuh sesak 24 jam oleh orang-orang yang tidak takut Allah;

Kedelapan, wujudnya amalan syariah dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, dan; Kesembilan, lahir dan wujud para pememimpin negeri yang Islami, pro-akidah islamiah, pro-syariah, pro-akhlak karimah, dan anti-segala macam maksiat dalam wujud sekecil apa pun.

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved