Pembunuhan di Gampong Mulia

Karena Kata-kata Ini, Ridwan Tega Bunuh Asun Sekeluarga

Dari sidang tersebut terungkap bahwa pembuhanan itu terjadi karena Ridwan merasa sakit hati dengan tuannya yang mengeluarkan kata-kata kasar.

Karena Kata-kata Ini, Ridwan Tega Bunuh Asun Sekeluarga
SERAMBINEWS.COM/MASRIZAL

Laporan Masrizal | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kasus pembunuhan terhadap Tjie Sun alias Asun bersama istri dan putranya, Minarti (39) dan putra mereka, Calliestos NG (8) mulai disidangkan di Pengadilan Negeri Banda Aceh, Selasa (26/6/2018).

Sidang perdana itu beragendakan pembacaan berkas dakwaan dari tim Jaksa Penuntut Umum (JPU) Kejari Banda Aceh dengan terdakwa Ridwan Alias Iwan (22), yang tak lain anak buah korban sendiri.

Dari sidang tersebut terungkap bahwa pembuhanan itu terjadi karena Ridwan merasa sakit hati dengan tuannya yang mengeluarkan kata-kata kasar.

Baca: Ada 106 Adegan dalam Rekonstruksi Pembunuhan Asun

Ridwan yang tidak bisa menerimanya langsung membalas dengan membunuh.

Kejadian itu terjadi di dalam rumah toko (ruko) yang juga sebagai gudang barang grosir milik korban di Gampong Mulia, Kecamatan Kuta Alam, Banda Aceh, Jumat (5/1/2018) sekira pukul 14.30 WIB.

JPU Ricky Febriandi SH menjelaskan bahwa kejadian itu berawal ketika Asun memanggil Ridwan yang sedang menurunkan kotak kardus untuk mengambil kain tapi tidak disahutnya karena tinggal beberapa kardus lagi yang harus diturunkan dari mobil colt diesel.

Baca: Ridwan, Pelaku Pembunuh Asun Sekeluarga Tertunduk Saat Sidang

Merasa panggilannya tidak dijawab, kemudian Asun kembali memanggil terdakwa untuk kedua kali dengan mengeluarkan perkataan, "Wan... Cepat, ligat sikit kau, lambat kali kau, tidak jelas, pukimak kau".

Setelah mendengar perkataan Asun tersebut, terdakwa Ridwan merasa sakit hati dan emosi dan langsung menjumpai Asun yang sedang mengelap genangan air di lantai ruang belakang di dekat mesin sanyo (mesin air) dengan posisi jongkok.

Lalu Ridwan melakukan pembunuhan dengan cara memukul kepala Asun dengan tangan hingga korban tak sadar diri.

Baca: BREAKING NEWS - Pembunuh Asun Sekeluarga di Gampong Mulia Disidangkan

Tak cukup disitu, Ridwan juga memukul korban dengan balok dan menggorok leher korban dengan pisau.

Nasib yang sama juga dialami istri dan anak korban.

Setelah membunuh, kemudian Ridwan merampas harta benda korban dan ingin kabur ke luar Aceh.

Namun, pelariannya terhenti setelah ditangkap di Bandara Kualanamu, Sumatera Utara saat hendak terbang ke Batam. (*)

Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Yusmadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved