OTT KPK di Aceh

Pimpinan KPA Minta jangan Bawa-bawa Nama GAM dalam Kasus Irwandi Yusuf

Abu Razak menyatakan, secara struktur organisasi pergerakan, pihaknya tidak mengenal orang yang bernama Syekhy.

Pimpinan KPA Minta jangan Bawa-bawa Nama GAM dalam Kasus Irwandi Yusuf
SERAMBINEWS.COM/M ANSHAR
Kamaruddin Abu Bakar (Abu Razak) dalam sesi wawancara khusus dengan wartawan Serambi Indonesia di kediamannya di Gampong Lamgugop, Kecamatan Syiah Kuala, Banda Aceh, Rabu (25/1/2017). 

Sementara itu, Koordinator Koalisi Masyarakat Aceh Bersatu (KMAB) Fahmi Nuzula mengancam, jika KPK tidak segera melepaskan Irwandi, maka pihaknya akan menutup pusat pemerintahan di Aceh.

"Kami imbau kepada Plt Gubernur, juga kepada bupati se-Aceh tolong jangan ngantor," ujar Fahmi.

Baik Sufaini maupun Fahmi sama-sama mengecam sikap KPK yang menurut mereka berlebihan terhadap Irwandi.

Menurut Fahmi, KMAB akan menggelar aksi besar-besaran menuntut KPK melepaskan Irwandi Yusuf. Aksi direncanakan akan dilangsungkan beberapa hari ke depan.

"Mengajak semua elemen masyarakat Aceh untuk kembali menggalang aksi massa sebesar-besarnya," katanya.

Video yang memperlihatkan pernyataan Fahmi Nuzula ini beredar melalui pesan Whatsapp sejak Senin (16/7/2018) malam.

Tanggapan KPK

Pernyataan Sufani Usman Syekhy yang diberitakan media online nasional mendapat respons dari pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Dilansir dari Kompas.com, Wakil Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Saut Situmorang tak sepakat dengan pernyataan mantan Juru Bicara Gerakan Aceh Merdeka (GAM) Australia, Sufaini Usman Syekhy yang meminta KPK membebaskan Gubernur Aceh nonaktif Irwandi Yusuf.

Sufaini menganggap, KPK tidak dapat memiliki bukti keterlibatan Irwandi dalam kasus korupsi.

Halaman
1234
Penulis: Masrizal Bin Zairi
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

berita POPULER

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved