Breaking News
Kamis, 9 April 2026

Masyarakat Mesir Kuno Mengubah Jenazah Jadi Mumi, Ternyata Ini Alasannya

Masyarakat Mesir Kuno punya tradisi yang unik tentang kematian. Setelah meninggal, tubuh mereka akan diawetkan menjadi mumi.

Editor: Amirullah
Kumparan

SERAMBINEWS.COM - Masyarakat Mesir Kuno punya tradisi yang unik tentang kematian.

Setelah meninggal, tubuh mereka akan diawetkan menjadi mumi.

Tradisi itu berlangsung dalam waktu yang cukup lama.

Alasan masyarakat Mesir Kuno mengawetkan jenazah menjadi mumi adalah sebagai berikut:

Baca: Dijual 2-3 Juta Lebih Murah, Oppo Find X Masuk ke Indonesia

Baca: Harga Sewanya Fantastis, Intip Megahnya Hunian Baru Cristiano Ronaldo di Turin

1. Perjalanan Baru bagi Orang yang Meninggal

Bagi masyarakat Mesir Kuno, kematian adalah awal perjalanan yang baru di alam baka.

Menurut kepercayaan mereka, arwah orang-orang yang meninggal tidak akan bahagia di alam baka, jika tidak bisa memasuki tubuh mereka dahulu.

Karena itu, para pendeta mengawetkan jenazah menjadi mumi agar tidak membusuk dan dapat dimasuki sang arwah.

Raja-raja mesir kuno dianggap menjadi dewa ketika meninggal.

Sementara rakyat biasa dipercaya akan hidup abadi bersama leluhur di alam baka.

Baca: WhatsApp Makin Keren! Fitur yang Ditunggu-tunggu Pengguna Akhirnya Dirilis

Baca: Sudah Tiba di Gedung KPK, Tapi Irwandi Yusuf Batal Diperiksa Penyidik KPK Hari Ini, Ada Apa?

Baca: Popularitas Sabyan Gambus Melejit, Para Personel Hadapi Banyak Perubahan

2. Perlengkapan untuk Hidup di Alam Baka

Untuk hidup di alam baka, para arwah membutuhkan persiapan.

Karena itu, keluarga dan teman-teman orang yang meninggal akan mengisi makam dengan peralatan dan perlengkapan yang diperlukan.

Ruang-ruang makam para raja dipenuhi harta karun tak ternilai dan karya seni.

Sementara makam rakyat biasa hanya diisi kebutuhan dasar, seperti makanan, kosmetik, dan sedikit perhiasan.

Baca: Angin Kencang Tumbangkan Pohon dan Menimpa Rumah Warga di Simeulue

Baca: Nikita Mirzani Ungkap Fakta Pernikahannya dengan Dipo Latief, Awalnya Tak Direstui Sang Kakak

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved