Google Ancam Tak akan Lagi Berikan Sistem Operasi Android Secara Gratis Sebab Alasan Ini
Kompensasinya, semua smartphone wajib memasang aplikasi bawaan Google. Kepala Antimonnopoli Eropa Margrethe Vestager
SERAMBINEWS.COM - Sistem operasi terbuka dan gratis. Itulah konsep Android. Sejak tahun 2007, Google menawarkan sistem operasi Android kepada pembuat ponsel dan operator jaringan seluler secara gratis.
Kompensasinya, semua smartphone wajib memasang aplikasi bawaan Google. Kepala Antimonnopoli Eropa Margrethe Vestager telah melakukan investigasi selama tiga tahun.
Hasilnya "Google telah menggunakan Android sebagai kendaraan untuk memperkuat dominasi mesin pencariannya," kata Vestager, Kepala Antitrust Eropa, mengutip laporan The New York Times, Kamis (19/7).
Maka otoritas tersebut menjatuhkan denda sebesar US$5,1 miliar atau Rp73,44 triliun.
Baca: Dikabarkan Hubungan Kate & Meghan Tak Akur, Fotografer Kerajaan Ungkap Kondisi Mereka Sebenarnya
Menghadapi vonis itu, Chief Executive Officer (CEO) Google Sundar Pichai menegaskan akan melakukan banding.
Ia lalu menjelaskan, perusahaan raksasa ini telah menginvestasikan miliaran dollar Amerika Serikat (AS) dalam mengembangkan Android.
Sebagai kompensasi, Google akan mewajibkan vendor memuat aplikasi buatan Google, seperti mesin pencari, Chrome, Googlpe Play, Maps dan Gmail.
"Beberapa di antaranya membantu memastikan telepon berfungsi," terang Pichai, dalam tulisannya di blog perusahaan ini, kemarin.
Baca: Hamas Setuju Tawaran Rekonsiliasi dengan Fatah, Ini Isi Proposal yang Diusulkan Mesir
Namun jika memang dianggap monopoli, Pitchai mempersilakan vendor menggunakan aplikasi pesaing Google.
"Berarti kami memperoleh pendapatan hanya jika aplikasi kami dipasang," kata Pichai.
Secara tersirat ia menyebutkan, akan mengenakan biaya terhadap sistem Android yang selama ini gratis.
Menurut dia, platform gratis Android, dan rangkaian aplikasi Google, tidak hanya efisien untuk pembuat dan operator telepon, tapi juga untuk konsumen.
Baca: 2 Ular Sanca Kembang Raksasa Ditangkap Warga Mojokerto, Ini Saran dari BBKSDA
Jika vendor dan operator jaringan seluler tidak dapat menyertakan aplikasi Google, akan mengganggu keseimbangan ekosistem Android.
"Harga murah adalah keunggulan dari persaingan yang ketat. Dan Android memungkinkan semua itu," tegasnya
Terkait sanksi, Google diberikan waktu 90 hari untuk menghentikan praktik anti-persaingan tak sehat ini.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/android_20180720_103939.jpg)