Selasa, 5 Mei 2026

Opini

Klaim Gerakan Perempuan

BELAKANGAN ini, media massa, timeline facebook dan grup WhatsApp sedikit dihebohkan oleh aksi teman-teman perempuan

Tayang:
Editor: hasyim
Ketua Kaukus Perempuan Politik Indonesia (KPPI) Aceh, Ismaniar (Tengah) foto bersama dengan ketua KPPI Cabang Sigli Pidie, Siti Hawa (Kiri) dan anggota DPR Aceh, Kartini (Kanan) disela-sela acara pengukuhan, Minggu (28/1/2018). 

Oleh karenanya, satu kegagalan gerakan dan politik perempuan adalah kegagalan dalam membentuk gerakan politik berbasis massa rakyat yang dapat mengubah relasi kuasa yang menindas. Gerakan perempuan kita pun terpolarisasi. Seringnya sang kandidat sibuk memikirkan berbagai cara; bagaimana memperoleh kemenangan dalam pemilu dan jabatan publik, sedangkan jutaan perempuan lainnya sibuk dengan persoalan sosial-ekonomi yang lagi menghimpit mereka.

Dan, oleh karena itu pula, gerakan perempuan harus menyadari bahwa pemenuhan hak-hak politik perempuan merupakan satu jalan bagi perbaikan nasib perempuan. Ini bukan hanya sekadar terpenuhinya hak partisipatif, melainkan juga sebagai jalan keluar dan justru awal perjuangan demi nasib perempuan dan massa rakyat lainnya.

Fatma Susanti, S.Pd., mantan Ketua Biro Perempuan KPP SMUR (Komite Pimpinan Pusat Solidaritas Mahasiswa untuk Rakyat), berdomisili di Banda Aceh. Email: fatma_susanti90@yahoo.co.id

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved