Jumat, 10 April 2026

Luar Negeri

Jet Tempur Siluman Israel Terdeteksi Radar di Gaza, Mengapa Bisa Terlacak?

Pesawat itu terdeteksi selama satu jam terbang rendah di atas permukaan air di Gaza sebelum kemudian menuju Haifa

Editor: Muhammad Hadi
Jet tempur siluman generasi kelima F-35 milik Israel 

SERAMBINEWS.COM - Jet tempur siluman generasi kelima F-35 yang dipunyai Israel dilaporkan tertangkap radar situs pelacak penerbangan populer.

The Aviationist menyatakan, jet tempur itu tertangkap situs Flightradar24 yang biasanya digunakan melacak rute penerbangan internasional.

Dilaporkan Newsweek Jumat (27/7/2018), jet tempur itu terlihat terbang di kawasan utara Israel setelah lepas landas dari Pangkalan Nevatim.

Baca: Media Ini Sebut Amerika Serikat Bakal Serang Fasilitas Nuklir Iran Pada Awal Agustus

"Pada 23 Juli, sebuah F-35 terlihat sepenuhnya oleh situs pelacak penerbangan flightradar24.com setelah menyelesaikan misi dari Nevatim," kata The Aviationitst.

Pesawat itu terdeteksi selama satu jam terbang rendah di atas permukaan air di Gaza sebelum kemudian menuju Haifa.

Tidak hanya menunjukkan pesawat itu, The Aviationist juga menjelaskan sistem penerima sinyal (transponder) dari F-35.

The Aviationist memberikan penjelasan mengapa jet tempur yang mempunyai teknologi siluman itu bisa terlihat di situs pelacak umum.

Baca: Rupiah dan Mata Uang Asia Melemah, Mungkinkah Krisis 1997 Terulang Lagi?

Pada operasi udara Perang Libya pada 2011, beberapa pilot jet tempur Pakta Pertahanan Atlantik Utara (NATO) lupa mematikan transponder-nya.

"Biasanya, transponder harus dimatikan ketika sedang menjalankan misi untuk membuat mereka tak terlihat dari radar," ulas The Aviationist.

Jet tempur F-35, atau bernama Adir dalam bahasa Ibrani yang berarti "Yang Terkuat", diklaim telah digunakan pada operasi sungguhan.

Komandan AU Israel Amikam Norkin menjelaskan pesawat itu mulai digunakan dalam dua operasi berbeda sejak 2017.

Baca: China Kembangkan Jet Tempur Terbaru Untuk Ditempatkan di Kapal Induk 

Israel memesan 33 unit jet tempur tersebut dengan nilai transaksi 5,57 miliar dolar AS, atau sekitar Rp 80 triliun.

Pesawat buatan pabrikan senjata Lockheed Martin itu disebut sebagai program termahal yang pernah dibuat oleh Negeri "Paman Sam".

Sebab, hingga masa program berakhir pada 2070 mendatang, AS total harus mengeluarkan dana sebEsar 1.508 triliun dolar AS.

Presiden AS Donald Trump sempat memuji kehebatan F-35 pada Oktober 2017.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved