Rabu, 27 Mei 2026

Kemalasan Diklaim Jadi Penyebab Homo Erectus Punah

Padahal, agak jauh dari pemukiman Homo erectus ada batuan yang berkualitas lebih baik tetapi membutuhkan perjalanan mendaki bukit.

Tayang:
Editor: Fatimah
ANU
Penyebab Homo erectus punah 

SERAMBINEWS.COM - Homo erectus pertama kali muncul 2 juta tahun yang lalu dan punah sekitar 50.000 hingga 10.000 tahun yang lalu.

Menurut penelitian terbaru yang diterbitkan 27 Juli di Journal PLOS One, dibandingkan dengan hominin lain, seperti Neanderthal, spesies ini mungkin lebih malas dan enggan beradaptasi dengan perubahan lingkungan.

Para arkeolog dari Australian National University menganalisis ribuan artefak yang baru ditemukan dan digali dari situs penggalian di Semenanjung Arab di Saffadah modern, Arab Saudi pada tahun 2014.

Temuan mereka menunjukkan bahwa spesies Homo erectus di daerah itu melakukan sedikit usaha untuk membuat alat dan mencari persediaan.

Baca: 7 Fakta Kehidupan di Iran: Salah Satunya, Pemerintah Bantu Dana Untuk Menikah

Manusia purba ini hidup di tempat-tempat dengan akses mudah ke batu dan air.

Ceri Shipton, arkeolog dari Australian National University mengatakan, "Untuk membuat perkakas, mereka akan menggunakan batu apa pun yang tergeletak di sekitar pemukiman mereka, yang sebagian kualitasnya relatif rendah untuk digunakan."

Alat-alat tersebut termasuk inti, serpihan, kapak tangan dan parang.

Padahal, agak jauh dari pemukiman Homo erectus ada batuan yang berkualitas lebih baik tetapi membutuhkan perjalanan mendaki bukit.

Baca: Haji Uma Kembali Bantu Pasien Sakit Jantung asal Lhokseumawe yang Berobat di Jakarta

"Tapi, daripada berjalan ke atas bukit, mereka hanya menggunakan apa pun yang tergeletak di sekitar mereka," kata Shipton.

Ketika para ahli memeriksa bebatuan, mereka menemukan bahwa daerah itu tidak tersentuh oleh Homo erectus, tidak ada jejak aktivitas, tidak ada artefak dan tidak ada penggalian batu.

Manusia purba ini kuat dan terampil dan mereka berkembang di wilayah ini selama beberapa waktu.

Tetapi, begitu dasar sungai mengering dan terjadi sedimentasi di sungai, kurangnya inisiatif Homo erectus membuat mereka mati.

Shipton berkata, "Mereka tidak hanya malas, tetapi juga sangat konservatif."

Peralatan mereka tetap sama dalam ukuran dan komposisi, sedang lingkungan di sekitar mereka berubah.

Tidak ada perkembangan sama sekali dan peralatan mereka tidak pernah jauh dari sungai yang mengering.

Lingkungan menjadi terlalu kering bagi mereka.

Artikel ini tayang pada Intisari Online dengan judul : Bukan Perang atau Kelaparan, Justru Kemalasanlah yang Diklaim Sebabkan Homo Erectus Punah

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved