Kamis, 28 Mei 2026

Perang Iran vs AS

Update Hari ke-88 Perang Iran: AS Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Berlanjut di Qatar

Konflik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki hari ke-88 dengan situasi yang semakin kompleks.

Tayang:
Penulis: Sri Anggun Oktaviana | Editor: Nurul Hayati
SERAMBINEWS.COM/AI
Konflik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki hari ke-88 dengan situasi yang semakin kompleks. 

Update Hari ke-88 Perang Iran: AS Serang Dekat Selat Hormuz, Negosiasi Damai Berlanjut di Qatar

SERAMBINEWS.COM – Konflik antara Iran dan Amerika Serikat memasuki hari ke-88 dengan situasi yang semakin kompleks.

Di satu sisi, pembicaraan damai terus berlangsung di Qatar.

Namun di sisi lain, pasukan Amerika Serikat kembali melancarkan serangan militer di wilayah selatan Iran, tepatnya di dekat Selat Hormuz yang menjadi jalur penting perdagangan energi dunia.

Dikutip Serambinews.com melalui Al Jazeera, Selasa (26/5/2026), ledakan dilaporkan terjadi di kota pelabuhan Bandar Abbas sebelum media Amerika menyebut bahwa militer AS melakukan operasi “pertahanan diri”.

Serangan tersebut disebut menargetkan lokasi peluncuran rudal dan kapal penebar ranjau milik Iran di wilayah selatan negara itu.

Bandar Abbas sendiri merupakan kawasan strategis yang berada dekat Selat Hormuz, jalur laut yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia.

Baca juga: Update Hari ke-87 Perang Iran: Trump Tak Mau Terburu-buru, Harapan Damai AS-Iran Mulai Meredup

AS Klaim Serangan untuk Pertahanan Diri

Pejabat Amerika Serikat menyebut operasi itu dilakukan sebagai langkah antisipasi terhadap potensi ancaman Iran terhadap jalur pelayaran internasional.

Meski demikian, media pemerintah Iran menyatakan situasi di Bandar Abbas masih terkendali setelah serangan terjadi.

Mantan diplomat AS Adam Clements mengatakan kepada Al Jazeera bahwa serangan tersebut kemungkinan bertujuan untuk memantau kemampuan militer maritim Iran di sekitar Selat Hormuz.

Menurutnya, Washington khawatir Iran dapat memasang ranjau laut di jalur pelayaran internasional tersebut.

Ia memperingatkan bahwa jika Iran benar-benar melakukan langkah itu, maka Amerika Serikat kemungkinan akan memberikan “respons mematikan”.

Baca juga: Sinyal Damai Iran dan AS: Selat Hormuz Berpeluang Dibuka, Harga Minyak Dunia Langsung Anjlok

Iran Pulihkan Internet Nasional

Di tengah konflik yang masih berlangsung, Presiden Iran Masoud Pezeshkian memerintahkan pemulihan akses internet nasional setelah hampir 87 hari mengalami pembatasan besar-besaran.

Pemerintah Iran sebelumnya memberlakukan pemadaman internet dengan alasan keamanan nasional dan ancaman serangan siber selama perang berlangsung.

Selain itu, pemerintah kota Teheran mengklaim sekitar 97 persen bangunan yang mengalami kerusakan ringan akibat serangan AS dan Israel kini telah diperbaiki.

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved