Kamis, 7 Mei 2026

Luar Negeri

Mesir Akan Bangun Gedung Tertinggi di Afrika, Gedung yang Dijuluki Nile Tower Ini Karya Zaha Hadid

Mesir sedang merencanakan untuk membangun gedung tertinggi di Afrika, di salah satu wilayah terakhir sepanjang Sungai Nil, Kairo tengah.

Tayang:
Editor: Faisal Zamzami
Nile Tower akan menjadi salah satu rancangan karya maestro Zaha Hadid.(Zaha Hadid) 

Sementara di sisi timur manara sekana terlihat ditarik keluar untuk menjaga stabilitas bangunan.

Nile Tower akan berdiri di lahan seluas 120.000 meter persegi. (Zaha Hadid)
Nile Tower akan berdiri di lahan seluas 120.000 meter persegi. (Zaha Hadid) 

Baca: 5 Bulan Nikah, Pasangan Atlet Asian Games 2018 Ini Kompak Sumbang Emas, Bakal Dapat Bonus 3 Miliar

Baca: Update Perolehan Medali Hingga Hari Ke-10 Asian Games 2018, Indonesia Kokoh 4 Besar dengan 24 Emas

Dari tahun 2008

Proyek ini rencananya akan dimulai pada tahun 2008, di bawah mantan presiden Hosni Mubarak.

Namun rencana ini gagal ketika negara ini mulai bergejolak, dan berakhir dengan tumbangnya presiden pada 2011.

Kini proyek Nile Tower telah mendapatkan persetujuan dari Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi.

Pembangunan ini merupakan tanda bahwa Mesir siap untuk membuka diri melalui investasi, setelah diterpa krisis.

Proyek ini menghabiskan dana sebesar 600 juta dollar AS, bahkan diperkirakan akan menelan biaya yang lebih besar.

Saat ini, ada 1.400 proyek konstruksi yang masih berjalan di Mesir.

Nilai dari keseluruhan proyek tersebut mencapai 248,2 juta dollar AS. Farah Kamal, PR Coordinator Living In Interior mengungkapkan, ekonomi dan pembangunan Mesir sedang kembali bergairah.

Kini proyek Nile Tower sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi. (Zaha Hadid)
Kini proyek Nile Tower sudah mendapatkan persetujuan dari Presiden Mesir saat ini, Abdel Fattah al-Sisi. (Zaha Hadid) 

Baca: Penjualan Liquid Vape Tanpa Cukai akan Ditindak, Ini Tenggang Waktunya

Baca: Turun ke Lapangan, Diskominfotik Kota Banda Aceh Temukan Sejumlah Warnet tak Berizin

Kontroversi

Pembangunan ini bukannya tanpa halangan.

Diaa Tantawy, desain manajer di Living In Interior, salah satu pengembang Nile Tower, mengatakan proyek ini akan memeerlukan dana tambahan sekitar 150 juta dollar AS.

Penyebab biaya pembangunan semakin mahal diperkirakan akibat melemahnya nilai mata uang Pound Mesir, yang berimbas pada naiknya harga bahan baku bangunan.

Selain itu, selama beberapa dekade terakhir, hunian kelas atas dan pusat bisnis telah merambah ke daerah pinggiran Kota Kairo.

Salah satunya kawasan di seberang kawasan Nile Tower.

Sumber: Kompas.com
Halaman 2/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved