"Gemerlapnya" Pameran Serambi Seni Versi GNI di Taman Budaya Aceh

Tak heran lantaran permainan warna cerah tadi, banyak yang berswafoto dan foto bareng dengan latar lukisan

SERAMBINEWS.COM/NANI HS
Salah satu pojok ruang pamer, kerjasama Galeri Nasional Indonesia dengan Taman Seni dan Budaya Aceh, di Jln T Umar, Banda Aceh, Selasa (25/9/18). 

Kalau tidak, "gebyar pesta" ini tentu sia-sia karena sudah dirancang lebih dari setengah tahun lalu. Sebuah kerja keras dalam menyaring karya, setting, pencahayaan, cetak buku penunjang, dan sebagainya.

Gemerlapnya lagi, dipajang pula enam lukisan dari perupa sohor Indonesia, dari A. D. Pirous, Amang Rahman Jubair, Samsudin Hardjakusumah, Lian Sahar, Ahmad Sadali, dan Amri Yahya. Tak perlu ditanya lagi bagaimana "mewahnya" lukisan mereka.

Baca: Banda Aceh Targetkan Satu Juta Wisatawan

Kehadiran enam karya lukis yang sudah menjadi milik negara tersebut memang bersifat "penyemarak" yang kontruktif sebagai arena pembelajaran/penajaman pengetahuan bagi 33 karya pendamping dari perupa Aceh.

Aceh beruntung, bisa menyaksikan enam karya asli perupa terkenal tersebut. Sebab menurut Suwarno, semakin ke depan karya yang dikeluarkan dari GNI akan dikurangi.

Karena benda-benda seni rupa tersebut kian lama makin tua dan ringkih, dan perlu penyelamatan dan perawatan paripurna.

Bagi masyarakat awam barangkali tidak mudah mengapresiasi atau mengerti lukisan LailahaillAllah MuhammadurRasulullah (1998) karya Samsuddin Hardjakusumah, misalnya.

Baca: VIDEO - Kapolres Banda Aceh Prihatin Narkoba Rambah Usia Produktif dan Anak-Anak

Tapi kehadirannya telah menyemarakkan ruang lobi teater tertutup Taman Seni dan Budaya Aceh. Sebut saja "melodi" warna kontrasnya, toh bisa memanjakan mata siapa saja. Bersih sedap dipandang.

Lalu 33 karya perupa Aceh "tak kalah" semaraknya. Warna-warna biru langit, biru laut, hijau, jingga, merah, merah bata, hitam, telah memoles ruangan kecilnya Taman Seni yang hampir seluruh halamannya sedang dipugar itu, dan mengurangi "marwah" pameran.

Tak mengapa? Bila kita fokus ke pamerannya, bagus atau tidak bagusnya karya perupa putra Aceh (domisili Aceh), yang jelas orang-orang banyak juga yang mendekati karyanya.

Baca: VIDEO - ‘KNPI Week’ di Le More Café Banda Aceh, Ada Bazar Fashion, Kelas Make Up, Hingga Live Music

Seperti Zul MS dengan Spirite of Putroe Jaroe's (Saman) Dance yang kaya warna cerah. Juga Wisata di Ujung Panco Banda Aceh (M Arief Wijaya) dengan tiga warna utama (birunya laut, tiga perempuan berseragam hijau merah yang mencolok). Juga memanjakan penglihatan.

Halaman
123
Penulis: Nani HS
Editor: Hadi Al Sumaterani
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved