Opini
Belajar dari Lombok dan Palu
HANYA selang empat bulan dua gempa dengan korban yang besar terjadi, 31 Juli 2018 melanda Lombok
Kejadian gempa dan tsunami di Palu, telah menyebabkan komunikasi telepon putus dan listrik padam. Sampai sekarang, ada beberapa tempat di Palu yang masih belum bisa berkomunikasi. Bagaimana dengan komunikasi alternatif yang ada. BNPB telah membangun sebuah jaringan komunikasi radio (SSB) dan juga telah membagi HP Satelit, namun kedua alat tersebut sudah sangat minim fungsinya.
Sebelumnya pada apel setiap hari tapi kemudian tidak ada lagi, termasuk yang ada di BPBA dan HP Satelit pun sudah tak berpulsa. Saat gempa besar, biasanya semua masyarakat setelah gempa menelpon menggunakan HP sehingga terjadi crash dimana HP tidak bisa berkomunikasi, termasuk WA (WhatsApp) dan SMS (layanan pesan singkat) karena penggunaannya serentak.
Dan, pelajaran ketiga, yakinlah bahwa radio komunikasi antarprovinsi, HP Satelit perlu disiagakan dan jangan menggunakan HP setelah gempa besar, tetapi pantau saja SMS yang masuk, terutama dari BMKG. Nah!
* Teuku Dadek, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA), email: tadadek@gmail.com.
Dr. Muksin Umar, peneliti Tsunami and Disaster Mitigation Research Center (TDMRC) Universitas Syiah Kuala (Unsyiah) Banda Aceh.