Rupiah Diprediksi Masih Anjlok Pekan Depan, Ini Faktor yang Membuat Rupiah Kian Melemah

Rupiah diprediksi akan kembali bergejolak dalam sesi perdagangan besok, Senin (8/10/2018) di kisaran Rp 15.110-15.240 per dollar AS.

Editor: Faisal Zamzami
THINKSTOCKS/Kompas.com
Ilustrasi rupiah dan dollar AS 

Dari Eropa, polemik Brexit dan defisit anggaran Italia menjadi momok yang menakutkan bagi pelaku pasar.

"Outlook mata uang Euro masih bearish atau melemah terhadap USD," kata Bhima.

Di samping itu, harga minyak mentah diprediksi masih melonjak meski sempat menurun tipis di 84.16 dollar per barel untuk jenis Brent.

Bhima mengatakan, tekanan harga minyak membuat defisit migas melebar pada akhirnya memperburuk current account deficit.

Hingga akhir tahun, kata dia, faktor utama pelemahan kurs rupiah adalah kenaikan harga minyak mentah dan tingginya impor khususnya menyambut Natal dan Tahun Baru di mana penggunaan transportasi meningkat.

Baca: CPNS 2018 - Tips dan Trik Jitu Menjawab Soal TIU, TWK dan TKP: Hindari 3 Hal ini

Baca: Hasil MotoGP Thailand 2018, Marc Marquez Jadi Juara Usai Atasi Andrea Dovizioso di Tikungan Terakhir

Sementara faktor dari domestik yang mempengaruhi nilai tukar rupiah yakni pelaku pasar masih menunggu rilis data neraca perdagangan bulan September 2018 yang rencananya akan dirilis sekitar tanggal 16 Oktober mendatang.

Tekanan pada defisit migas yang melebar hingga Agustus tercatat sebesar 8,3 miliar dollar AS atau naik 3 miliar dolla AS dibanding posisi yang sama tahun lalu.

Di sisi lain, penyelenggaraan IMF-World Bank Annual Meeting di Bali memberi angin segar bagi pelaku pasar, terutama sentimen pembahasan mengenai arah kebijakan moneter global dan upaya pencegahan terhadap krisis ekonomi.

"Sebagai tuan rumah, terdapat beberapa program kerjasama investasi yang akan ditawarkan pada delegasi dari 189 Negara peserta rapat tahunan," kata Bhima.

Sementara untuk IHSG, masih dibayangi aksi jual oleh investor asing.

Net sales asing dalam seminggu terakhir mencapai Rp 2,39 triliun di pasar saham.

Performa IHSG dalam seminggu terakhir menurun 4,09 persen.

"Koreksi masih berlanjut hingga pekan depan," pungkas Bhima.(*)

Baca: Atiqah Hasiholan Bungkam soal Kasus Ratna Sarumpaet, Ternyata Begini Hubungannya dengan Sang Ibu

Baca: Gadis Cilik Pendamping Presiden Jokowi di Opening Asian Para Games 2018, Ini 5 Fakta Bulan Karunia

Baca: India Tetap Tandatangani Kesepakatan Militer dengan Rusia, Meski Dibayangi Ancaman Sanksi AS

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Rupiah Diprediksi Masih Anjlok Pekan Depan, Ini Sebabnya"

Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved