Minggu, 26 April 2026

Luar Negeri

Israel dan Hamas Diambang Perang di Jalur Gaza, Netanyahu Perintahkan Bersiap Operasi Militer

Langkah pengerahan kekuatan militer dimungkinkan apabila situasi ketegangan di wilayah kantong yang dikepung semakin meningkat

Editor: Muhammad Hadi
Pasukan khusus Hamas sedang berlatih di Jalur Gaza.(AP Photo) 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu memperingatkan kepada jajaran pejabat tingkat tingginya bahwa Israel tengah bersiap untuk kemungkinan melancarkan operasi militer di Jalur Gaza.

Langkah pengerahan kekuatan militer dimungkinkan apabila situasi ketegangan di wilayah kantong yang dikepung semakin meningkat.

Dilaporkan televisi berita lokal, Hadashot Israel, Netanyahu memperingatkan eskalasi di Gaza yang dapat dipicu aksi protes di pagar perbatasan.

Baca: Jika Pesawat Siluman F-35 Israel Bertemu Rudal S-300 Rusia di Suriah, Siapa yang akan Menang?

"Kami mengharapkan situasi tekanan di Gaza dapat mereda. Namun hal itu tampaknya tidak akan segera terjadi, karenanya kami sedang mempersiapkan tindakan secara militer," kata Netanyahu.

"Ini bukan sebatas pernyataan kosong," lanjut Netanyahu menegaskan, seperti dilansir The New Arab, Senin (8/10/2018).

Pernyataan perdana menteri seolah menegaskan pernyataan Menteri Pertahanan Avigdor Lieberman yang memperingatkan bahwa Israel saat ini dalam kondisi paling siap untuk perang sejak sepuluh tahun terakhir.

Baca: Dato Sri Tahir Kirim Makanan Cepat Saji ke Palu Hingga Donasi Puluhan Miliar ke Pengungsi Palestina

"Kami berada pada tingkat kesiapan tertinggi untuk perang sejak terjadinya Perang Enam Hari," ujar Lieberman dalam sebuah wawancara dengan kantor berita Israel, Ynet, yang dipublikasikan pekan lalu.

Perang Enam Hari terjadi pada 1976, yang memicu Israel merebut Jalur Gaza dan Semenanjung Sinai dari Mesir, Tepi Barat dan Yerusalem Timur dari Yordania dan Dataran Tinggi Golan dari Suriah.

"Saya menyampaikan hal ini bukan hanya karena apa yang saya pikirkan, tapi sebagai seseorang yang telah menjabat di kabinet selama bertahun-tahun," kata Lieberman.

Baca: Balas 150 Roket Hamas, Israel Lakukan Serangan Udara Skala Besar di Gaza

Israel telah mengumumkan pada Kamis (4/10/2018) pekan lalu, akan meningkatkan kehadiran militernya di perbatasan Gaza, menjelang aksi yang dapat berkembang menjadi kekerasan.

Militer Israel disebut telah mengirimkan pasukan penembak jitu, senjata infanteri dan kendaraan lapis baja ke perbatasan Gaza.

Aksi demonstrasi warga Palestina di perbatasan Gaza telah dimulai sejak Maret lalu, yang menuntut pengembalian hak para pengungsi untuk kembali ke tanah mereka sejak terusir dalam perang 1948.

Baca: Hezbollah Klaim Punya Rudal Akurat, Tantang Israel Bila Serang Lebanon

Setidaknya 193 orang dilaporkan telah menjadi korban tewas selama aksi demonstrasi akibat tembakan yang dilepaskan tentara Israel.

Tembakan disebut sebagai upaya mencegah serangan layang-layang dan balon pembakar yang diterbangkan peserta aksi ke wilayah Israel.

Pemimpin politik Hamas, Yahya Sinwar, dalam wawancara dengan surat kabar Israel pekan ini mengatakan, meski pada akhirnya perang (dengan Israel) kembali terjadi, dirinya menegaskan bahwa hal itu tidak dikehendaki pihak mana pun.(*)

Baca: Israel Serang 60 Target Milik Hamas di Jalur Gaza, Setelah Tentaranya Ditembak Mati di Perbatasan 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul: Netanyahu Perintahkan Jajarannya Bersiap Perang Melawan Hamas

Sumber: Kompas.com
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved