Senin, 27 April 2026

Kisah Nick Hague, Astronot NASA yang Selamat dari Roket Soyuz Karena Gagal Meluncur

Sepekan lalu, 11 Oktober 2018, roket milik Rusia yang bernama Soyuz gagal meluncur dan terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Editor: Faisal Zamzami

SERAMBINEWS.COM - Sepekan lalu, 11 Oktober 2018, roket milik Rusia yang bernama Soyuz gagal meluncur dan terpaksa melakukan pendaratan darurat.

Roket yang membawa astronot NASA Nick Hague dan kosmonot Rusia Alexey Ovchinin itu awalnya akan menuju Stasiun Luar Angkasa Internasional (ISS).

Belum lama ini Hague melakukan konferensi pers dan menceritakan ulang apa yang sebenarnya dialami dan dirasakannya.

Hague bercerita, selama melakukan peluncuran ia dan Ovchinin ada di dalam kapsul Soyuz.

Beberapa menit setelah roket meluncur, tiba-tiba ia merasakan guncangan yang cukup keras.

"Hal pertama yang saya rasakan adalah guncangan cukup keras dari berbagai sisi," kata Hague dilansir The Verge, Selasa (16/10/2018).

Guncangan yang dirasakannya terjadi dalam beberapa detik, kemudian alarm berbunyi disusul lampu darurat yang menyala.

Jelas, tanda tersebut menunjukkan adanya kegagalan peluncuran.

"Saat saya melihat lampu menyala, saya tahu bahwa ada masalah pada pendorong. Di titik itu saya juga yakin kami batal mengorbit, kami sedang dalam keadaan darurat," imbuhnya.

Benar saja dugaan Hague, setelah itu misi roket Soyuz langsung berubah menjadi pulang ke Bumi dengan selamat.

Segera setelah kegagalan itu, kapsul Soyuz yang membawa Hague dan Ovchinin beralih ke mode batalkan atau abort dan terpisah dari roket yang gagal.

Artinya, para astronot sempat mengalami momen singkat tanpa bobot selagi kapsul melayang di udara.

Kemudian, gravitasi segera mengambil alih dan kapsul meluncur dari jarak 31 mil atau sekitar 50 kilometer di atas permukaan tanah.

Pendaratan yang dilakukan adalah dengan menggunakan mode ballistic descent.

Saat kapsul melakukan pendaratan dengan mode ini, kapsul akan meluncur dengan sudut yang lebih curam dibanding pendaratan normal dan menghasilkan jumlah G-force yang lebih tinggi dibanding normal.

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved