Kamis, 9 April 2026

Bir Tawil, Tanah yang Tak Diinginkan Negara Mana Pun

Pada peta Mesir, Bir Tawil ditampilkan sebagai milik Sudan. Pada peta Sudan, itu muncul sebagai bagian dari Mesir.

Editor: Fatimah
thegate.boardingarea.com
Bir Tawil, tanha yang tidak diklaim oleh negara mana pun. 

SERAMBINEWS.COM - Letaknya terjepit di antara perbatasan Mesir dan Sudan, tempat ini adalah sebidang tanah kecil yang benar-benar unik di dunia.

Tanah ini adalah tanah terakhir yang tidak diklaim oleh negara mana pun di bumi.

Tidak ada negara yang menginginkannya, dan mudah untuk tahu alasannya.

Tanah berbentuk trapesium seluas 2.000 kilometer persegi yang disebut Bir Tawil ini terletak di salah satu daerah paling terpencil di Afrika Utara.

Baca: CPNS 2018 - Hindari Gagal Cetak Kartu Ujian SKD di sscn.bkn.go.id, Ini Tipsnya!

Wilayah ini berupa pasir dan batu, tanpa jalan atau penghuni permanen dan sumber daya alam lainnya.

Wilayah ini juga tidak akan memberikan kontribusi apa pun bagi perekonomian suatu negara.

Yang lebih memprihatinkan lagi, Bir Tawil punya saudara yang lebih berhagra.

Baca: 5 Misteri Tersembunyi di Internet, Bisa Pecahkan Teka-teki Aneh dan Tak Masuk Akal

Berdekatan dengan Bir Tawil, ada tanah yang berbentuk segitiga yang jauh lebih besar — ​​Hala'ib — wilayah pasir dan batu, tetapi berbatasan dengan Laut Merah dan karenanya lebih berharga.

Baik Mesir dan Sudan sama-sama menginginkan ​​Hala'ib, tetapi garis perbatasan dibuat diantara wilayah ini.

Setiap negara dapat memiliki Bir Tawil atau Hala'ib, tetapi tidak keduanya.

Siapa pun yang mengklaim Bir Tawil harus melepaskan klaim atas Hala'ib yang lebih besar dan lebih menggiurkan, yang tidak ingin dilepaskan oleh negara mana pun.

Situasi seperti ini dimulai sejak tahun 1899 ketika Kerajaan Inggris, yang memegang otoritas di daerah itu, menandatangani perjanjian dengan Mesir.

Perjanjian tersebut untuk bersama-sama mengelola Sudan, menciptakan sebuah kondominium yang disebut Sudan Anglo-Mesir.

Baca: Pertama Kali Muncul 100 Ribu Tahun yang Lalu, Begini Asal-usul Terciptanya Bahasa di Dunia

Kenyataannya, Inggris memiliki kontrol penuh atas Sudan sejak Mesir hanyalah protektorat Britania.

Dalam hal apapun, disepakati bahwa perbatasan antara Mesir dan Sudan adalah garis lurus sepanjang paralel 22.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved