Mengenal Prof Dr Teuku Jacob, Ilmuwan Manusia Purba Indonesia dari Aceh
“Beliau seorang ahli paleontropologi dari Aceh yang mendedikasikan ilmu dan umurnya untuk meneliti manusia purba,” kata Iwan Setiawan Bimas
Penulis: Yusmadi | Editor: Muhammad Hadi
Serambinews.com lantas menanyakan kepada Kepala Seksi Pemanfaatan Balai Pelestarian Situs Manusia Purba Sangiran, Iwan Setiawan Bimas.
Ternyata benar.
“Beliau seorang ahli paleontropologi dari Aceh yang mendedikasikan ilmu dan umurnya untuk meneliti manusia purba,” kata Iwan Setiawan Bimas.
“Beliau juga pernah memanggul senjata selama perang kemerdekaan di Kutaraja (Banda Aceh),” tambah Iwan.
Baca: Pasangan Manusia Purba Memeluk Batu
Menyusuri ke dalam museum, sebuah potret dan penjelasan singkat tentang Prof Dr Teuku Jacob terletak di sudut sebuah ruangan.
Ia disebut lahir di Peureulak, Aceh 6 Desember 1929.
Setelah lulus sekolah menengah, Jacob belajar ilmu kedokteran di Universitas Gadjah Mada yang diselesaikan pada tahun 1956.
Sejak itu ia tertarik mendalami manusia purba, dan menjadi pakar Indonesia pertama di bidang ini.
Baca: Peserta Ujian CAT SKD Minim yang Lulus, Ini Tanggapan Kepala BKN Aceh
Ia pernah belajar di University of Arizona dan Howard University di Amerika.
Selanjutnya, ia mendalami manusia purba di Rijksuniversiteit di bawah bimbingan dua tokoh paleontropologi dunia, G.H.Rvon Koeningswald W. Montaigne Cobb.
Penelitiannya antara lain, mencoba menelusuri hubungan antar berbagai manusia purba di Indonesia untuk melacak asal-usul bangsa ini. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/museum-manusia-purba-sangiran-di-kabupaten-sragen-jawa-tengah_20181103_225947.jpg)