Kisah Para 'Dokter Neraka' Pasukan Marinir, Mengobati di Tengah Hujan Peluru
Mereka adalah tenaga inti yang dapat menyerbu kapal lain atau wilayah musuh di daratan. Itu sebabnya pasukan ini
SERAMBINEWS.COM - Personel Korps Marinir merupakan prajurit tempur yang dilatih untuk melakukan misi khusus militer, baik di kapal perang atau pendaratan di pantai musuh dalam satu operasi pertempuran laut.
Pada mulanya, Korps Marinir TNI Angkatan Laut dibentuk dengan tujuan utama sebagai wadah para prajurit darat (land soldier) yang bertugas di kapal perang.
Baca: Mulai 2019, Gampong di Banda Aceh Dapat Bantuan Becak Sampah, Keuchik Dapat Dana Operasional
Mereka adalah tenaga inti yang dapat menyerbu kapal lain atau wilayah musuh di daratan. Itu sebabnya pasukan ini disebut pasukan amfibi dan pasukan pendarat.
Korps ini terbentuk pada 15 November 1945, dengan nama awal Korps Armada IV Tegal.
Baca: Polresta Banda Aceh Bongkar Sindikat Peredaran Sabu dari Rutan
Kemudian, pada 15 November 1975, korps ini sempat berganti nama menjadi Korps Komando (KKO) AL, hingga akhirnya menjadi Korps Marinir.
Satuan ini memiliki slogan "Jalesu Bhumyamca Jayamahe" yang berarti di laut dan di darat kita jaya.
Setiap prajurit yang ada dalam Korps Marinir memiliki spesifikasi khusus. Mereka digembleng mengenai dasar-dasar Marinir beserta pendaratan amfibi.
Tak hanya prajurit tempur saja, Korps Marinir juga memiliki prajurit kesehatan Marinir. Prajurit kesehatan ada di setiap gerakan pasukan.
Baca: Kritisi Perwal P-APBK Subulussalam karena Berpotensi Bancakan, MaTA: DPRK Juga Patut Dicurigai
Dalam satuan kecil sekurangnya ada satu tamtama atau bintara kesehatan yang ikut bertempur dan membawa perlengkapan obat.
Saat pertempuran, biasanya yang dijadikan sasaran lawan adalah prajurit yang membawa radio komunikasi dan prajurit kesehatan, Di Korps Marinir, prajurit kesehatan memiliki ciri khusus, di lengan bajunya menyandang lambang Palang Merah, penanda dia menjalankan tugas medis meski membawa senjata.
Prajurit kesehatan membantu prajurit Korps Marinir yang mengalami terluka dalam peperangan.
Selain itu, prajurit kesehatan Marinir juga memberikan pertolongan kepada warga sekitar lokasi yang membutuhkan bantuan.
Baca: Bendera Merah di MotoGP Valencia 2018, Tahukah Anda? Ini Arti Warna Bendera Peringatan pada MotoGP
Berbagai pengalaman menjadi prajurit bersenjata sekaligus harus mengobati sesama prajurit yang terluka dalam pertempuran mewarnai jalan hidup prajurit kesehatan Korps Marinir TNI AL.
Mereka membawa senjata sekaligus membawa ransel berisi obat-obatan. Dalam Korps Marinir Amerika Serikat (USMC) mereka dijuluki "the hell’s doctor" atau "dokter neraka".
Harian Kompas 12 Maret 2016 mewartakan mengenai beberapa kisah "dokter neraka" dalam lingkup Korps Marinir TNI Angkatan Laut.
Baca: 2 Juta Orang Dimusnahkan dengan Tujuan Mengembalikan Dunia Moderen ke Tahun Nol
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/marinir.jpg)