Rabu, 15 April 2026

Penyebab Hancur dan Musnahnya Peradaban Kota Sodom Menurut Para Peneliti

Mereka mengklaim, peradaban di Laut Mati hancur pada 3.700 tahun SM karena hantaman meteor dari angkasa luar.

Editor: Fatimah
Thenaturalhistorian
Pegunungan Sodom dilihat dari udara, di sebelahnya tampak Laut mati. 

SERAMBINEWS.COM - Kota Sodom dan Gomora, berdasarkan kisah di kitab suci, dihancurkan Tuhan dengan bencana alam karena polah mereka yang melegalkan hubungan sesama jenis.

Diduga kuat kota ini terletak di kawasan Laut Mati.

Peradaban mereka punah dan luluh lantak sekitar 4.000 tahun SM.

Baca: Berawal dari Ajak Istri Pelaku Konsumsi Narkoba, Begini Kronologi Sudirman Dibakar Hidup-hidup

Seperti dilansir Sputniknews (23/11), para arkeolog dari Trinity Southwest University, sebuah lembaga pendidikan tinggi Kristen di New Mexico, Amerika Serikat meneliti lokasi-lokasi yang diyakini bekas peradaban kaum Sodom.

Mereka mengklaim, peradaban di Laut Mati hancur pada 3.700 tahun SM karena hantaman meteor dari angkasa luar.

Baca: BWF World Tour Finals 2018 - Jadwal dan Daftar 40 Pebulutangkis Dunia yang Lolos ke Laga Puncak

Pada pertemuan tahunan American Schools of Oriental Research di Denver, Colorado,Phillip Silvia melaporkan temuan awal dari penggalian mereka di daerah tersebut.

Daerah tersebut diyakini oleh beberapa ilmuwan sebagai tempat bermukim kaum Sodom dan Gomora.

Penelitian menunjukkan, pemukiman yang terletak di wilayah Ghor Tengah di Lembah Yordan tersebut dulu dihuni sekitar 65.000 jiwa.

Baca: Atlet Bulu Tangkis Tambah Satu Emas Untuk Kontingen Kota Langsa

Rumah-rumah di sana kemudian lenyap disapu gelombang panas dan angin badai. Demikian laporan Science News.

Gelombang ledakan juga memicu terciptanya air asin di Laut Mati.

Menurut para peneliti, ledakan tersebut tidak hanya menghapus seluruh kehidupan kota-kota Zaman Perunggu Tengah tersebut, tetapi juga lahan yang dulunya subur.

Baca: Kankemenag Pidie Jaya Mulai Terapkan Pelayanan Terpadu Satu Atap

Ledakan meteor tersebut menyapu bersih seluruh kawasan termasuk kota kuno Tall el-Hammam, tempat para peneliti bekerja selama bertahun-tahun.

Penanggalan radiokarbon mengungkapkan, dinding bata lumpur tiba-tiba menghilang di kota Ghor Tengah, karena hanya fondasi batu yang tersisa.

Baca: Waspada Sebelum Terlambat, Ini 10 Tanda Ginjalmu Tidak Sehat

Permukaan tembikar yang ditemukan di situs itu meleleh menjadi kaca, yang mungkin merupakan hasil dari suhu ekstrim.

Setelah dugaan ledakan itu, orang-orang tidak akan kembali ke wilayah itu selama 600-700 tahun.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved