Breaking News:

KPK: Di Periode Pertama Sebagai Gubernur Aceh, Irwandi Terima Fee Rp 32 Miliar Melalui Ayah Merin

KPK juga membongkar dugaan menerima gratifikasi uang atau fee proyek Pembangunan Dermaga BPKS Sabang oleh Irwandi Yusuf sebesar Rp 32 miliar lebih.

Penulis: Taufik Hidayat | Editor: Taufik Hidayat
KETUA Umum Partai Nasional Aceh (PNA), drh Irwandi Yusuf, didampingi istri, Darwati A Gani, berfoto bersama paslon bupati dan wakil bupati Aceh Selatan, H Azwir SSos (kanan) dan Tgk Amran (kiri), dalam kampanye akbar di Lapangan Sepak Bola Gema Desa Jeulatang, Kecamatan Samadua, Rabu (20/6/2018), sebelum ia terjerat OTT KPK. 

SERAMBINEWS.COM – Dalam sidang perdana di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi Jakarta dengan agenda pembacaan dakwaan, Senin (26/11/2018),  jaksa Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) juga mendakwa Irwandi Yusuf (Terdakwa) juga menerima gratifikasi uang sebesar Rp 32 miliar lebih antara tahun 2007-2012.

Gratifikasi ini terkait dengan proyek Pembangunan Dermaga BPKS Sabang, yang melibatkan Ayah Merin, Let Bugeh, dan sejumlah nama lainnya yang bermain dalam proyek tersebut, saat Irwandi menjabat sebagai Gubernur Aceh di periode pertama (2007-2012).

Dalam dakwaan ketiga yang dibacakan jaksa KPK, sesuai surat dakwaan yang salinannya diterima Serambinews.com, Senin (26/11/2018), gratifikasi yang tak dilaporkan ke KPK itu dilakukan dalam beberapa kali transaksi di sejumlah tempat antara tahun 2007 hingga 2012.

Antara lain, di rumah Terdakwa (Irwandi Yusuf) di Jl. Salam No.20 Bandar Baru Kecamatan Kuta Alam Kota Banda Aceh.

Pernah juga di parkiran kantor Nindya Sejati Joint Operation (JO) dan PT. Tuah Sejati Jalan Tgk. Cik Ditiro No.14 Kecamatan Baiturrahman Kota Banda Aceh.

Juga di rumah IZIL AZHAR alias AYAH MERIN/MARINE di dekat Terminal Setui Kota Banda Aceh, dan di jalan depan Mesjid Raya Baiturrahman Kota Banda Aceh, di parkiran Kantor Pusat Bank Aceh Jalan Mr. Mohd. Hasan No. 89 Batoh Kota Banda Aceh.

Transaksi juga pernah dilakukan di sebuah rumah kontrakan di wilayah Setui Kota Banda Aceh, bahkan di pinggir jalan dalam Kota Banda Aceh.

Jaksa KPK mengatakan, uang yang diterima seluruhnya sebesar Rp 32.454.500.000 (tiga puluh dua miliar empat ratus lima puluh empat juta lima ratus ribu rupiah) yang berhubungan dengan jabatannya dan berlawanan dengan kewajiban atau tugasnya selaku Gubernur Aceh saat itu.

Baca: Didakwa Terima Suap Rp 1 Miliar, Irwandi Yusuf Anggap Dakwaan Jaksa KPK Berisi Rekayasa

Baca: Kasus Suap Satu Ember, Ini Dakwaan Lengkap Versi KPK yang Disebut Halusinasi oleh Irwandi Yusuf

Dalam berkas dakwaan KPK dirincikan, tahun 2008, Terdakwa melalui IZIL AZHAR alias AYAH MARINE, menerima uang dengan jumlah transaksi sebanyak 18 (delapan belas) kali dengan jumlah total sebesar Rp 2.917.000.000 (dua miliar sembilan ratus tujuh belas juta rupiah) dari Board of Management (BOM) Nindya Sejati Joint Operation (JO,) yaitu HERU SULAKSONO dan ZAINUDDIN HAMID alias LET BUGEH melalui SABIR SAID dan MUHAMMAD TAUFIK REZA.

Uang itu diduga merupakan fee proyek yang bersumber dari Dana Biaya Konstruksi dan Operasional Proyek Pembangunan Dermaga Bongkar pada Kawasan Perdagangan Bebas dan Pelabuhan Bebas Sabang Aceh yang dibiayai APBN.

Halaman
12
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved