Minggu, 10 Mei 2026

Opini

Aceh Butuh Pemimpin ala ‘Tajussalatin’

DALAM sejarah peradaban Aceh, manuskrip Tajussalatin (Mahkota para raja) merupakan warisan indatu yang membicarakan seluk-beluk pemerintahan

Tayang:
Editor: hasyim
SERAMBI/ANSARI HASYIM
Pendopo Gubernur Aceh ini dibangun pada tahun 1880 M. Pendopo merupakan salah satu pembangunan awal kolonial Belanda di Aceh (atas). Pendopo sekarang menjadi rumah dinas Gubernur Aceh dan kondisinya sudah lebih terawat (bawah). 

Tajussalatin merupakan hikayat klasik tentang tata pemerintahan kerajaan tempo doeloe, namun intisari isinya masih tetap aktual sampai sekarang. Manuskrip ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pemimpin dalam menjalankan pemerintahan. Mudah-mudahan para pemimpin (eksekutif dan legislatif) Indonesia yang terpilih pada Pemilu 2019 nanti, benar-benar tetap menepati dan memenuhi janji-janji politiknya. Semoga!

T.A. Sakti (Drs. Teuku Abdullah, SH., MA), Dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah), penerima Anugerah Budaya “Tajul Alam” dari Pemerintah Aceh pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V 2009 di Banda Aceh, Email: t.abdullahsakti@gmail.com.

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved