Opini
Aceh Butuh Pemimpin ala ‘Tajussalatin’
DALAM sejarah peradaban Aceh, manuskrip Tajussalatin (Mahkota para raja) merupakan warisan indatu yang membicarakan seluk-beluk pemerintahan
Tajussalatin merupakan hikayat klasik tentang tata pemerintahan kerajaan tempo doeloe, namun intisari isinya masih tetap aktual sampai sekarang. Manuskrip ini dapat dijadikan sebagai pedoman bagi pemimpin dalam menjalankan pemerintahan. Mudah-mudahan para pemimpin (eksekutif dan legislatif) Indonesia yang terpilih pada Pemilu 2019 nanti, benar-benar tetap menepati dan memenuhi janji-janji politiknya. Semoga!
T.A. Sakti (Drs. Teuku Abdullah, SH., MA), Dosen Prodi Pendidikan Sejarah FKIP Unsyiah), penerima Anugerah Budaya “Tajul Alam” dari Pemerintah Aceh pada Pekan Kebudayaan Aceh (PKA) V 2009 di Banda Aceh, Email: t.abdullahsakti@gmail.com.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/banda-aceh-dulu-dan-kini_20170822_081926.jpg)