Kamis, 23 April 2026

Wawancara Eksklusif

Ustadz Abdul Somad: Aceh Adalah Islam

PENGANTAR - Ustadz Abdul Somad, pendakwah kelahiran Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977, sejak dua tahun terakhir

Editor: hasyim
SERAMBI/BUDI FATRIA
Ustadz Abdul Somad telah memulai safari dakwah secara berkesinambungan di Aceh, sejak 26 Desember 2017SERAMBI/BUDI FATRIA 

PENGANTAR - Ustadz Abdul Somad, pendakwah kelahiran Kabupaten Asahan, Sumatera Utara, 18 Mei 1977, sejak dua tahun terakhir menjadi figur paling terkenal di Indonesia. Bisa dikatakan, Abdul Somad adalah dai generasi milenial yang namanya terdongkrak berkat peran para penduduk dunia maya, terutama para Youtubers (pengguna situs berbagi video Youtube).

Penguasaan ilmu agama yang mumpuni, disertai gaya penyampaian yang khas, lugas, dan terkadang kocak, membuat ceramahnya menarik hati semua kalangan, pria, wanita, ulama, akademisi, hingga kaum milenial. Tak hanya kalangan muslim, banyak nonmuslim yang juga kerap terlihat memberikan komentar bernada pujian kepada ustaz muda ini.

Video ceramahnya, full maupun potongan, banyak tersebar dan viral di media sosial. Amatan Serambi, hingga Kamis (3/1/2019), ustaz yang namanya sering disingkat UAS ini memiliki 6,4 juta follower di Instagram dan 1,2 juta pengikut di Facebook.

Saking populernya UAS, maka jika ada yang ingin mengundangnya berceramah harus bersabar dalam jangka waktu panjang. Jadwal ceramahnya sudah penuh hingga Oktober 2020. Juga butuh perjuangan lumayan berat untuk sekadar berfoto, apalagi mendapatkan wawancara eksklusif dengan sang dai kondang ini.

Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dan Zubir (Biro Langsa) adalah dua di antara sedikit wartawan yang bisa mendapatkan wawancara eksklusif dengan UAS. Wawancara yang difasilitasi oleh Ketua Ikatan Alumni Timur Tengah (IKAT) Aceh, Tgk HM Fadhil Rahmi ini berlangsung di sela-sela waktu istirahat UAS di Meuligoe Wali Kota Langsa, 31 Desember 2018.
Dalam kesempatan singkat, menjelang mengisi jadwal ceramah di IAIN Zawiyah Cot Kala Langsa, dan tablig akbar malam pergantian tahun 2018-2019, UAS menjawab beberapa pertanyaan Serambi seputar kesan-kesannya setelah satu tahun lebih safari dakwah di seluruh (23 kabupaten/kota) Aceh. UAS juga memberikan tanggapannnya terhadap wacana uji baca Alquran untuk calon pemimpin. Berikut petikannya. Tonton juga videonya di Serambitv.com.

Baca: Ini Ceramah Ustadz Abdul Somad yang Pertama Kali Direkam, belum ada Video, Judulnya “11 Pintu Setan”

Dalam setahun ini, sepertinya Ustaz sudah habis berkeliling Aceh
Alhamdulillah, ya.

(Catatan Serambi, Ustadz Abdul Somad telah memulai safari dakwah secara berkesinambungan di Aceh, sejak 26 Desember 2017 pada peringatan 13 tahun tsunami. Sejak itu, UAS telah mengisi tausiah, ceramah, dan tablig akbar di seluruh kabupaten/kota di Aceh. Bahkan ada beberapa kabupaten/kota di Aceh yang telah dua kali ia datangi)

Bagaimana kesan Ustaz terhadap sambutan masyarakat Aceh?

Yang pertama, tempat yang saya bandingkan, dari mulai ujung Sumatra sampai ke Papua bagian (paling) timur (Indonesia), termasuk juga (wilayah Indonesia) bagian tengah. Bahwa kita bisa melihat respons masyarakat mulai dari cara bersalaman, cara penyambutan, itu ada beberapa titik yang luar biasa, di Sumatra itu ya Aceh dan Palembang, di Kalimantan itu Banjarmasin, diSulawesi itu di Ujung Pandang.

Apa analisis kita di titik-titik itu, yakni kuatnya ulama, habib, pondok pesantren, dan dayah. Jadi, sikap itu muncul dari latar belakang basic (background) ulama dan pesantren.

Baca: Cecilia Takut Lihat Indonesia 2019, Ustadz Abdul Somad Ungkap Hukum Percayai Anak Indigo

Ustaz bisa menceritakan kembali tentang bagaimana pertama kali datang ke Aceh?

Pertama, ada seorang ustaz dari Meulaboh, Aceh Barat yang mengenal melalui internet dan mencari nomor handphone saya. Waktu itu belum viral lagi, sekitar tiga tahun lalu. Itulah pertama kali saya datang (ke Aceh), diundang dalam rangka pelantikan Bakomubin (Badan Kooordinasi Mubalig Indonesia) di Meulaboh.

Setelah itu stop, tidak ada lagi ke Aceh. Lalu kemudian, Ustaz Fadhil Rahmi (Ketua IKAT Aceh) kakak kelas saya di Pesantren Darul Arafah Medan dan sama-sama di Mesir, meminta saya untuk datang kemari (Aceh). Ya, beliaulah yang membawa dan terus tidak putus sampai saat ini.

(Kedatangan UAS ke Aceh atas ajakan Ketua IKAT HM Fadhil Rahmi adalah untuk mengisi tausiah pada peringatan 13 tahun tsunami Aceh, 26 Desember 2017. Kala itu, UAS yang sudah viral di media sosial sempat ditolak segelintir orang untuk masuk ke Hong Kong dan satu daerah lainnya di Indonesia, sehingga UAS kemudian memutuskan mengganti jadwal di tempat-tempat tersebut dengan datang ke Aceh. Tablig akbar UAS pada malam peringatan 13 tahun tsunami Aceh di Taman Ratu Safiatuddin, 26 Desember 2017, dihadiri ratusan ribu jamaah. Ini menjadi ceramah UAS yang pertama kali dihadiri jamaah dalam jumlah kolosal)

Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dan Zubir, saat mewawancarai khusus Ustadz Abdul Somad, di Meuligoe Wali Kota Langsa, 31 Desember 2018.
Wartawan Serambi Indonesia, Zainal Arifin M Nur dan Zubir, saat mewawancarai khusus Ustadz Abdul Somad, di Meuligoe Wali Kota Langsa, 31 Desember 2018. (FOTO: Ketua IKAT Aceh, M Fadhil Rahmi)

Dalam satu kesempatan Ustaz pernah menyebut Islam masuk ke Nusantara ini melalui Peureulak, Aceh, bisa Ustaz pertegas kembali?

Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved