Fenomena Astronomi 2019: Dari Hujan Meteor, Supermoon, hingga Gerhana Matahari Cincin

Selain hujan meteor, bulan super, dan gerhana matahari cincin, berikut rangkuman fenomena astronomi yang bisa terjadi di sepanjang 2019.

Fenomena Astronomi 2019: Dari Hujan Meteor, Supermoon, hingga Gerhana Matahari Cincin
Hujan meteor Lyrid 2013 

Menurut astronom amatir Marufin Sudibyo, hujan meteor ini terjadi pada selang waktu yang singkat antara 27 Desember 2018 sampai 10 Januari 2019.

"Jadi secara kasar puncaknya akan terjadi nanti malam waktu Indonesia. Jumlah meteornya secara teoritis bisa mencapai 120 meteor perjam dengan kecepatan tiap meteor 42 km/detik (tergolong kecepatan medium)," katanya kepada Kompas.com, Jumat (4/1/2019).

Marufin berkata, hujan meteor bisa dilihat dari Indonesia karena langit relatif gelap tanpa cahaya Bulan yang kadang mengganggu.

Untuk diketahui, fase Bulan saat ini dua persen karena menjelang pembentukan Bulan baru.

"Hujan meteor ini bisa diamati sejak pukul 03.00 WIB hingga saat azan Shubuh berkumandang. Jadi ada waktu pengamatan sekitar sejam," sambungnya.

- Gerhana bulan total yang tak tampak dari Indonesia

Selain itu sebenarnya juga ada fenomena gerhana bulan total di langit Amerika pada 21 Januari mendatang.

Namun, fenomena kali ini tidak dapat dilihat dari Indonesia.

"Itu karena gerhana berlangsung pada 9.00 WIB sampai 15.00 WIB, yang artinya di Indonesia masih siang sehingga tidak mungkin menyaksikan (gerhana)," imbuh Marufin.

Baca: Turki Produksi Mesin Baru untuk Helikopter Gokbey, Langkah untuk Hilangkan Ketergantungan pada Asing

Baca: Minimalisir Debu Akibat Banjir Bandang, BPBD Aceh Tenggara Siram Jalan Raya

Februari

Halaman
1234
Editor: Amirullah
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved