Perangkat Desa Batal Demo Jokowi, Dijanjikan Gaji Naik Setara PNS Golongan IIA

Presiden Joko Widodo menemui ribuan perangkat desa yang ingin mendemonya di depan Istana.

Editor: Faisal Zamzami
KOMPAS/WAWAN H PRABOWO
Para perangkat desa berusaha mengabadikan Presiden Joko Widodo yang tengah berpidato dalam Silaturahim Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Istora, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019). 

“Bapak, Ibu sekalian, ditunggu dua minggu akan segera dikeluarkan revisi PP, sehingga (pendapatan tetap) segera bisa dilaksanakan,” tuturnya.

Perbaikan kesejahteraan perangkat desa dengan pemberian pendapatan tetap setara PNS Golongan IIA itu selaras dengan yang dituntut oleh para perangkat desa.

Mereka semula bahkan berencana menyampaikannya ke Presiden dengan cara unjuk rasa di Istana Merdeka, Jakarta, hari ini.

Namun karena tuntutan itu sudah dipenuhi Presiden di acara silatnas, Presiden pun meminta mereka untuk membatalkan unjuk rasa, dan kembali ke desa masing-masing.

Tak lupa, Presiden menyampaikan terima kasih atas perjuangan para perangkat desa selama ini dalam melayani masyarakatnya.

Sekalipun sudah dijanjikan oleh Presiden, Ketua Umum Persatuan Perangkat Desa Indonesia (PPDI) Mujito berharap, janji itu betul-betul direalisasikan dua pekan mendatang.

Dengan demikian, penghasilan tetap untuk seluruh perangkat desa sudah bisa dicairkan di Februari 2019


Presiden Joko Widodo berpidato di hadapan ribuan perangkat desa dalam Silaturahim Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Istora, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019).
Presiden Joko Widodo berpidato di hadapan ribuan perangkat desa dalam Silaturahim Nasional Persatuan Perangkat Desa Indonesia di Istora, Senayan, Jakarta, Senin (14/1/2019). (KOMPAS/WAWAN H PRABOWO)

Digelar mendadak 

Acara Silatnas PPDI itu sendiri sesungguhnya agenda dadakan.

Setelah Presiden mendengar para perangkat desa yang tergabung di PPDI berencana berunjuk rasa, Presiden secara mendadak, memutuskan bersilaturahim dengan mereka.

Acara Silatnas PPDI di Istora itu pun awalnya tidak masuk dalam agenda Presiden Jokowi hari ini.

Agenda itu tak termasuk dalam agenda Presiden yang disebarkan oleh Sekretariat Kepresidenan kepada wartawan, Senin dinihari.

Informasi kehadirannya di Silatnas PPDI baru disampaikan sekitar pukul 08.51 saat Presiden tengah meninjau layanan konsultasi sistem perizinan terpadu daring (Online Single Submission) di kantor Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM).

Mengenai sifat acara yang mendadak, dan kehadiran Presiden yang juga mendadak, Presiden turut menyinggungnya di pidatonya.

“Kemarin saya dengar dan diberitahu, (soal pendapatan tetap) kansudah rampung dibicarakan Menkeu, Mendagri, Menpan, kok Senin (hari ini) masih demo? Saya sampaikan, sudah saya terima sendiri, tapi di Istora. Sehingga acara ini memang dadakan,” katanya.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved