Breaking News:

Agus Wandi, Anak Aceh Pertama yang Sukses Mencapai Antartika, Ini Sosoknya yang Bikin Salut Warganet

Agus Wandi bersama tim ekspedisi tiba di kota Ushuaia Argentina pada 2 Januari lalu.

Penulis: Ansari Hasyim | Editor: Ansari Hasyim
SERAMBINEWS.COM/Facebook Agus Wandi
Agus Wandi di tengah hamparan es Antartika. 

Karena itu pula negara harus bertanggung jawab.

Dalam tulisannya, "Mengenang SMUR, Mengingat Agus Wandi", pemerhati sosial politik Aceh M Alkaf menyebutkan Agus Wandi adalah aktivis Aceh yang menyuarakan perlawanan rakyat paling populer kala itu.

“Agus Wandi bahkan menjadi semacam jaminan atas aktivisme mahasiswa kala itu. Posisinya sebagai Sekjend SMUR, yang juga kemudian diposisikan sebagai juru bicara setiap aksi dari lembaga tersebut, bahkan membuatnya populer sekali," kata Alkaf, peneliti dari lembaga The Aceh Institute.

Pasca dianggap sebagai musuh negara, Agus Wandi menjadi aktivis paling diburu aparat TNI/Polri.

Sejak itu ia harus bersembunyi dari kejaran aparat bersama aktivis SMUR lainnya.

Termasuk rekan seperjuangannya, Kautsar, pentolan SMUR yang sekarang menjadi anggota DPRA dari Partai Aceh.

Tetapi Kautsar kemudian memilih menghilang ke pedalaman hutan Aceh, bahkan disebut-sebut bersembunyi di markas GAM.

Anak Muda Progresif

Pasca Pemerintah RI dan GAM berdamai, nama Agus Wandi kembali muncul sebagai sosok anak muda Aceh progresif yang menghendaki perubahan.

Ia bersama Thamren Ananda, Rahmat Djailani, Raihan Diani dan beberapa aktivis SMUR lainnya mendirikan Partai Rakyat Aceh (PRA) sebagai sebuah partai lokal.

Pada pemilu legislatif 2009, PRA kurang mendapat sambutan rakyat, sehingga kurang diperhitungkan dalam peroleh kursi.

Para pentolan PRA kemudian ada yang hengkang dan masuk menjadi pengurus Partai Nasional Aceh (PNA), partai lokal besutan Irwandi Yusuf.

Sedangkan Agus Wandi memilih berkarier di jalur lain.

Di sela kesibukannya sekitar tahun 2008, ia menerbitkan buku berjudul "9 Langkah Memajukan Diri dan Aceh."

Sejak saat itu, nama Agus Wandi seperti hilang ditelan bumi dari lingkaran gerakan aktivis Aceh.

Lama tak terdengar kabar, ternyata anak petani asal Sibreh, Aceh Besar ini memilih berkarier di luar negeri.

Ia menjadi relawan di UNDP, sebuah organisasi di bawah PBB, dengan jabatan saat ini sebagai chief technical spesialist crisis prevention and mitigation dan tinggal di Freetown, ibukota Republik Sierra Leone, sebuah negara di Afrika Barat.

Untuk ukuran seorang pemuda Aceh, Agus Wandi adalah sosok yang brilian.

Ia fasih berbahasa Inggris dan memiliki latar belakang pengetahuan sosial politik yang mumpuni, terutama tentang isu HAM, perdamaian, keamanan dan politik global.

Ia juga hobi membaca buku penulis berkelas.

Membaca Novel Kura-kura Berjanggut karya Azhari Aiyub di sela ekspedisi Antartika.
Membaca Novel Kura-kura Berjanggut karya Azhari Aiyub di sela ekspedisi Antartika. (SERAMBINEWS.COM/Facebook Agus Wandi)

Agus sangat mengimpikan agar anak muda Aceh kelak memiliki keterampilan berbahasa Inggris yang baik agar menjadi generasi yang diperhitungkan dalam segala bidang.

"Dengan menambah (porsi) Bahasa Inggris di sekolah dan universitas, Aceh bisa menang satu langkah dibanding lulusan sekolah tempat lain di Indonesia. Seperti tamatan Malaysia, Singapura atau Filipina yang mampu bersaing di tempat kerja regional dan internasional, hanya karena menang bahasa," tulis Agus Wandi seperti yang dikutip Serambinews.com di laman faceboknya.

Meskipun berkenala jauh dari kampung halamannya, Aceh, Agus Wandi berharap kelak masa depan terbaik untuk Aceh akan terwujud.

"Semoga 2019 dunia lebih damai dan semua saling bekerja sama menyelamatkan bumi, menjaga alam, membantu perdamaian, pengungsi, penyelesaian konflik2, dan membangun politik yg tdk memecah belah tapi menyatukan di Aceh, Indonesia dan dunia," ujarnya.(*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

Tribun JualBeli
© 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved