Biografi Tokoh Dunia, Mengenal Tunku Abdul Rahman, Bapak Kemerdekaan Malaysia
Dikenal sebagai Bapak Kemerdekaan, dia memimpin Malaysia sebagai perdana menteri pertama setelah Sarawak, Sabah, dan Singapura bersatu pada 1963.
Dia kembali ke Inggris untuk mendapat gelar di bidang hukum. Namun, dia gagal mengikuti ujian awal pada 1930.

Pada 1926, dengan sifat kepemimpinan dan semangat kebangsaan yang mulai berkobar, Abdul berusaha mendirikan Kesatuan Melayu Great Britain dan dia diangkat sebagai sekretaris pertamanya.
Presiden UMNO
Mengawali karier dengan bertugas di pelayanan publik Kedah, dia juga diangkat sebagai Petugas Distrik Kulim dan Sungai Petani pada 1931.
Pada saat itu, Malaysia masih dikenal dengan sebutan Malaya, yang kolonialnya masih didominasi oleh perwira Inggris.
Tapi Abdul Rahman sebagai pengecualian, seorang melayu dan memiliki kepedulian terhadap sesama warga Malaya.
Pemerintahan Inggris tidak berani melakukan apa pun terhadapnya karena dia adalah putra Sultan dan seorang Melayu yang berharga.
Beberapa tahun kemudian, Abdul pergi ke Inggris dan tinggal di sana sebentar sebelum akhirnya kembali ke Malaya setelah meletusnya Perang Dunia II.
Pada 1939, dia mengikuti ujian bahasa Inggris yang sempat membuatnya gagal pada 9 tahun sebelumnya. Namun kali ini, dia berhasil lulus.
Dia menyelesaikan studi hukum di Inggris di Inss of Court untuk memperoleh kualifikasi hukum dan kembali ke Kedah.
Pada 1949, dia bekerja di pengadilan dan kemudian ditunjuk sebagai wakil jaksa penuntut umum di Departemen Hukum Federal Malaya, posisi yang dia tinggalkan pada 1951 untuk memulai karier politik.
Akhirnya, dia menjadi presiden Organisasi Nasional Melayu Besatu (UMNO) yang kemudian mempelopori aliansi dengan Asosiasi China Melay dan Kongres India Melayu.

Kemerdekaan Malaysia dan keruntuhan rezim
Pada Januari 1956, Abdul memimpin misi ke London untuk menegosiasikan kemerdekaan Melayu.
Inggris, berjanji akan memberikan kemerdakaan pada Agustus 1957.