Biografi Tokoh Dunia, Mengenal Tunku Abdul Rahman, Bapak Kemerdekaan Malaysia

Dikenal sebagai Bapak Kemerdekaan, dia memimpin Malaysia sebagai perdana menteri pertama setelah Sarawak, Sabah, dan Singapura bersatu pada 1963.

Editor: Faisal Zamzami
Straiys Times
Perdana Menteri Pertama Malaysia Tunku Abdul Rahman Putra Alhaj. (Straiys Times) 

Dia kembali ke Inggris untuk mendapat gelar di bidang hukum. Namun, dia gagal mengikuti ujian awal pada 1930.

S
Tunku Abdul Rahman mengajukan proposal tentang pembentukan Malaysia untuk pertama kalinya, selama pidatonya di Hotel Adelphi di Singapura pada 27 Mei 196. (Says)

Pada 1926, dengan sifat kepemimpinan dan semangat kebangsaan yang mulai berkobar, Abdul berusaha mendirikan Kesatuan Melayu Great Britain dan dia diangkat sebagai sekretaris pertamanya.

Presiden UMNO

Mengawali karier dengan bertugas di pelayanan publik Kedah, dia juga diangkat sebagai Petugas Distrik Kulim dan Sungai Petani pada 1931.

Pada saat itu, Malaysia masih dikenal dengan sebutan Malaya, yang kolonialnya masih didominasi oleh perwira Inggris.

Tapi Abdul Rahman sebagai pengecualian, seorang melayu dan memiliki kepedulian terhadap sesama warga Malaya.

Pemerintahan Inggris tidak berani melakukan apa pun terhadapnya karena dia adalah putra Sultan dan seorang Melayu yang berharga.

Beberapa tahun kemudian, Abdul pergi ke Inggris dan tinggal di sana sebentar sebelum akhirnya kembali ke Malaya setelah meletusnya Perang Dunia II.

Pada 1939, dia mengikuti ujian bahasa Inggris yang sempat membuatnya gagal pada 9 tahun sebelumnya. Namun kali ini, dia berhasil lulus.

Dia menyelesaikan studi hukum di Inggris di Inss of Court untuk memperoleh kualifikasi hukum dan kembali ke Kedah.

Pada 1949, dia bekerja di pengadilan dan kemudian ditunjuk sebagai wakil jaksa penuntut umum di Departemen Hukum Federal Malaya, posisi yang dia tinggalkan pada 1951 untuk memulai karier politik.

Akhirnya, dia menjadi presiden Organisasi Nasional Melayu Besatu (UMNO) yang kemudian mempelopori aliansi dengan Asosiasi China Melay dan Kongres India Melayu.

S
Foto ini diambil pada tanggal 31 Agustus 1957 menunjukkan Perdana Menteri pertama Malaysia Tunku Abdul Rahman (dua dari kiri) menyatakan kemerdekaan Malaysia dari kekuasaan Inggris di Lapangan Merdeka. (Arsip Nasional Malaysia)

Kemerdekaan Malaysia dan keruntuhan rezim

Pada Januari 1956, Abdul memimpin misi ke London untuk menegosiasikan kemerdekaan Melayu.

Inggris, berjanji akan memberikan kemerdakaan pada Agustus 1957.

Halaman
1234
Sumber: Kompas.com
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved