Biografi Tokoh Dunia, Mengenal Tunku Abdul Rahman, Bapak Kemerdekaan Malaysia
Dikenal sebagai Bapak Kemerdekaan, dia memimpin Malaysia sebagai perdana menteri pertama setelah Sarawak, Sabah, dan Singapura bersatu pada 1963.
Janji pun ditepati.
Dia segera menjadi perdana menteri pertama Melayu yang independen.
Pada tengah malam pada 30 Agustus 1957, dia berdiri di tiang bendera di Lapangan Merdeka, Kuala Lumpur. '
Abdul menyaksikan bendera Inggris Union Jack diturunkan untuk terakhir kalinya dan bendera Federasi Malaysia atau Persekutuan Tanah Melayu yang baru dikibarkan.
Wilayah Malaysia kala itu Singapura, Sabah, Sarawak, dan Brunei pada 1963.
Namun, penambahan Singapura dalam Federal terbukti menjadi bencana yang meningkatkan masuknya gelombang warga China di wilayah itu.
Setelah bentrokan tak berujung, Singapura memisahkan diri dan mendeklarasikan kemerdekaannya pada 9 Agustus 1965 sebagai negara republik.
Rezim Abdul Rahman runtuh pada 1969, ketika Partai Aliansi kehilangan sebagian besar dukungan dalam pemilihan umum tahun itu.
Dia juga kehilangan dukungan dari orang-orang di dalam UMNO yang sangat kritis terhadap kepemimpinannya.
Pada 22 November 1970, dia mengundurkan diri dari posisi Perdana Menteri dan kemudian dari UMNO pada tahun berikutnya.
Akhir hayat
Abdul Rahman diyakini memiliki setidaknya empat istri, tapi hanya tiga pernikahan yang terkonfirmasi.
Istri pertamanya adalah seorang perempuan China bernaama Meriam Ching. Setelah kematian sang istri, dia menikahi Violet Coulsen yang kemudian diceraikannya.
Lalu dia menikah dengan Sharifah Rodziah Ayed Alwi Barakbah. Sementara, pernikahan keempatnya dengan Bibi Cong dirahasiakan.
Pada 1977, menjadi kepala surat kabar The Star, yang selanjutnya dilarang pada 1987 ileh Perdana Menteri Mahathir Mohamad karena mengkritik keras pemerintahan.