Janji Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen tak Tercapai, Ini Sebabnya

Janji Presiden Joko Widodo membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia 7 persen belum juga tercapai.

Janji Jokowi Targetkan Pertumbuhan Ekonomi 7 Persen tak Tercapai, Ini Sebabnya
(AFP PHOTO / POOL / JEROME FAVRE)
Presiden Joko Widodo berbicara pada sebuah pertemuan makan siang di Hongkong, Senin (1/5/2017). Presiden menggelar kunjungan kerja di Hongkong pada 30 April hingga 1 Mei dalam rangka meningkatkan kerja sama ekonomi antar-kedua negara. 

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -- Janji Presiden Joko Widodo membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia 7 persen belum juga tercapai.

Dari 2015 hingga 2018, ekonomi hanya mampu tumbuh berturut-turut 4,88 persen, 5,03 persen, 5,07 persen dan yang tertinggi sebesar 5,17 persen pada 2018.

Menurut ekonom A. Prasetyantoko, tak tercapainya target pertumbuhan ekonomi sebesar 7 persen disebabkan faktor ekonomi global.

“Kalau ada pertanyaan kenapa ekonomi Indonesia tidak sepetri yang dijanjikan dalam kampanye Presiden Jokowi 7 persen? Jawabanya jelas sekali bahwa situasi global sedang mengerut,” ujarnya di Jakarta, Jumat (7/2/2019).

Baca: Ekonomi Aceh Tumbuh 5,43 Persen

Baca: Sandi Angkat Isu Ekonomi Halal di Muzakarah Ulama

“Jadi bagaimana mungkin saat situasi global sedang tumbuh melambat ekonomi kita terakselerasi secara signifikan menjadi 7 persen itu sangat tidak masuk akal,” sambungnya.

Di tengah situasi ekonomi global saat ini kata dia, tak ada yang bisa memperkirakan apa yang terjadi. Bahkan lembaga keuangan sekaliber IMF dan Bank Dunia saja sampai harus merevisi proyeksinya.

Misalnya saja keputusun bank sentral Amerika Serikat yang menaikan suku bunga berkali-kali. Hal ini membuat adanya tekanan likuiditas dan mata uang.

Baca: Ekonomi Syariah dalam Hukum Positif Aceh

Baca: Kritik Perekonomian Pemerintahan Jokowi, Rocky Gerung: Pemerintah Tidur Pun Ekonomi Tumbuh 5 Persen

Di sisi lain, dua negara besar yakni Amerika Serikat dan China terlibat perang dagang atau trade war. Hal ini turut berimbas kepada negara-negara mitra dagang kedua negara.

Oleh karena itu kata dia, pertumbuhan ekonomi sebesar 5,17 persen pada 2018 lalu patut untuk disyukuri mengingat situasi ekonomi global yang melemah.

“Ini yang membuat ekonomi Indonesia tidak bisa tumbuh maksimal seperti yang dijanjikan waktu itu oleh Jokowi,” kata dia. (*)

Editor: Yusmadi
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved