Minggu, 3 Mei 2026

Menlu Thailand Terbang ke Manama, Bertemu Pangeran Mahkota Bahrain Bahas Kasus Hakeem al-Araibi

Hakeem al-Araibi dicari negaranya karena tuduhan merusak kantor polisi, dalam unjuk rasa antipemerintah pada tahun 2014

Tayang:
Editor: Zaenal

Menlu Thailand Terbang ke Manama, Bertemu Pangeran Mahkota Bahrain Bahas Kasus Hakeem al-Araibi

 

SERAMBINEWS.COM, ANKARA – Menteri Luar Negeri Thailand Don Pramudwinai terbang ke Manama, ibukota Bahraian, untuk sebuah pertemuan "rahasia" menyusul kemarahan global atas penahanan seorang pemain sepak bola Bahrain di Bangkok, lapor media Thailand, Rabu (14/2/2019).

Menlu Thailand Don Pramudwinai bertemu dengan Pangeran Mahkota Bahrain Salman bin Hamad bin Isa Al Khalifa, pada hari Minggu (10/2/2019).

Menlu Thailand Don Pramudwinai bertemu Pangeran Mahkota Bahrain Salman bin Hamad bin Isa Al Khalifa, di Manama, Bahrain, Minggu (10/2/2019).
Menlu Thailand Don Pramudwinai bertemu Pangeran Mahkota Bahrain Salman bin Hamad bin Isa Al Khalifa, di Manama, Bahrain, Minggu (10/2/2019). (www.bna.bh)

Keduanya membahas nasib Hakeem al-Araibi, mantan anggota tim sepakbola nasional Bahrain yang dicari negaranya karena tuduhan merusak kantor polisi, dalam unjuk rasa antipemerintah pada tahun 2014.

Harian Thailand, Bangkok Post melaporkan, di antara topik yang dibahas termasuk kemungkinan ekstradisi Hakeem al-Araibi dari Bangkok ke Manama.

Hakeem al-Araibi (25), ditahan oleh polisi Thailand November lalu dan dibebaskan Senin lalu setelah Bahrain mencabut permintaan ekstradisinya.

Baca: Timnas Australia tolak bertanding di Thailand, Solidaritas untuk Hakeem al-Araibi

Penahanan Araibi, yang telah hidup sebagai pengungsi di Australia sejak 2014, mengundang kecaman global terhadap negara Thailand.

Beberapa elemen menggelar aksi demonstrasi menuntut pembebasan pesepakbola tersebut.

Perdana Menteri Thailand Prayut Chan-o-cha juga "terlibat langsung" dalam diplomasi, lapor surat kabar itu.

Pangeran Bahrain dan perdana menteri Thailand mengadakan panggilan telepon di hadapan Don untuk "meninjau kemajuan hubungan Bahrain-Thailand dan mekanisme untuk meningkatkan kerja sama dan koordinasi," kata harian itu mengutip media Bahrain.

Sebelumnya, perdana menteri Australia telah menulis dua surat kepada pemerintah Thailand untuk mencari pembebasan segera Araibi.

"Hubungan baik" antara Thailand dan Bahrain membantu membebaskan Thailand dari "kontroversi" seputar permintaan Manama untuk ekstradisi Araibi, kata Don menurut Bangkok Post.

Baca: Pesepakbola Bahrain yang Ditahan di Thailand Mencari Jaminan Bersyarat

Baca: Didiskualifikasi oleh KPU Thailand, Putri Ubolratana Gagal Calonkan Diri sebagai Perdana Menteri

Secara terpisah, Don menggarisbawahi bahwa Al Khalifa mengatakan Thailand memiliki hak untuk mengirim pemain sepak bola ke negara mana pun, "termasuk Australia."

Thailand telah menerima permintaan ekstradisi dan jaksa penuntutnya berpendapat di pengadilan bahwa Bahrain "menjanjikan perlakuan timbal balik terhadap warga negara Thailand di masa depan".

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved