Minggu, 3 Mei 2026

AS dan Israel Serang Iran

IDF: Tanpa Memusnahkan Uranium, Perang Iran Bisa Berakhir Gagal dan Memalukan

Seorang pejabat militer senior Israel Defense Forces (IDF) mengeluarkan peringatan keras. Perang melawan Iran berpotensi berakhir sebagai

Tayang:
Editor: Ansari Hasyim
rappler
BAHAN URANIUM - Iran saat ini menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya. Menurut para pejabat Israel, jumlah itu cukup untuk membuat hingga 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut. Iran selama ini bersikeras program nuklirnya bersifat damai, meski tingkat pengayaan uraniumnya telah mendekati level senjata. 

Ringkasan Berita:
  • Dalam pengarahan kepada wartawan pada Jumat, pejabat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim menyebut Iran saat ini menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya.
  • Menurut para pejabat Israel, jumlah itu cukup untuk membuat hingga 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.
  • Iran selama ini bersikeras program nuklirnya bersifat damai, meski tingkat pengayaan uraniumnya telah mendekati level senjata.
Ringkasan Berita:
  • Dalam pengarahan kepada wartawan pada Jumat, pejabat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim menyebut Iran saat ini menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya.
  • Menurut para pejabat Israel, jumlah itu cukup untuk membuat hingga 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.
  • Iran selama ini bersikeras program nuklirnya bersifat damai, meski tingkat pengayaan uraniumnya telah mendekati level senjata.

 

SERAMBINEWS.COM - Seorang pejabat militer senior Israel Defense Forces (IDF) mengeluarkan peringatan keras.

Perang melawan Iran berpotensi berakhir sebagai kegagalan besar jika persediaan uranium yang diperkaya tinggi milik Teheran tidak disingkirkan dari negara itu.

Dalam pengarahan kepada wartawan pada Jumat, pejabat tersebut yang berbicara dengan syarat anonim menyebut Iran saat ini menyimpan lebih dari 400 kilogram uranium yang diperkaya.

Menurut para pejabat Israel, jumlah itu cukup untuk membuat hingga 11 bom nuklir jika diperkaya lebih lanjut.

Iran selama ini bersikeras program nuklirnya bersifat damai, meski tingkat pengayaan uraniumnya telah mendekati level senjata.

Israel melancarkan kampanye militernya terhadap Iran pada 28 Februari, bersama Amerika Serikat, dengan tujuan melemahkan kemampuan militer rezim Iran, menjauhkan ancaman termasuk program nuklir dan rudal balistik serta menciptakan kondisi agar rakyat Iran dapat menggulingkan rezim, demikian pernyataan militer dan para pemimpin Israel.

Baca juga: AS Berambisi Rebut Uranium Iran Lewat Serangan Darat,  Pakar Sebut Operasi Rumit dan Berbahaya

Namun, pejabat senior itu menegaskan, capaian 40 hari pertempuran akan menjadi sia-sia bila negosiasi yang sedang berlangsung antara AS dan Iran gagal menghasilkan kesepakatan untuk mengeluarkan stok uranium dan menghentikan pengayaan di dalam negeri Iran.

“Jika tujuan nuklir tidak tercapai, maka semua yang telah kita lakukan di Iran akan menjadi kegagalan besar. Rezim Iran dapat memanfaatkan program nuklir tersebut,” katanya.

Ia menambahkan, jika uranium dapat dikeluarkan dari Iran melalui jalur diplomatik, Israel menganggap telah menjalankan bagiannya.

Tetapi bila tidak, opsi operasi lanjutan tetap terbuka untuk mencapai tujuan tersebut.

Sementara itu, dalam kunjungan ke Lebanon selatan, Kepala Staf IDF Eyal Zamir menyatakan bahwa seluruh target yang ditetapkan jajaran politik terkait kampanye di Iran dan Lebanon telah tercapai, bahkan melampaui.

“Dengan itu, kami menciptakan kondisi operasional bagi proses yang kini dipimpin jajaran politik,” ujarnya.
 
Di front Lebanon, para pejabat militer mengakui tantangan baru.

Ancaman drone FPV berpemandu kabel serat optik milik Hizbullah.

Drone jenis ini kebal terhadap gangguan elektronik dan telah berulang kali digunakan dalam serangan terhadap pasukan Israel di Lebanon selatan dan wilayah Israel utara.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved