Tujuh Pria Bersenpi Rampok Mobil Boks

Tujuh pria naik mobil Toyota Avanza putih merampok mobil boks jenis Mitsubishi Fuso BL 8243 GA yang sedang mengangkut

Tujuh Pria Bersenpi Rampok Mobil Boks
IST

* Korban Diturunkan di Langsa

BIREUEN - Tujuh pria naik mobil Toyota Avanza putih merampok mobil boks jenis Mitsubishi Fuso BL 8243 GA yang sedang mengangkut rokok dari Lhokseumawe menuju Samalanga, Bireuen, Selasa (12/2) siang. Pelaku yang menggunakan senjata api (senpi) laras pendek itu menghadang mobil boks di ruas jalan nasional kawasan Desa Gampong Mulia (Bugeng) Peudada, Bireuen.

Kemudian, korban diturunkan di areal perkebunan sawit kawasan Kota Langsa sekitar pukul 20.30 WIB, sedangkan mobil dan isinya berupa 300 kotak rokok dilarikan pelaku.

Sopir mobil boks, Armiadi (35) warga Desa Mesjid Punteut, Kecamatan Blang Mangat, Kota Lhokseumawe mengatakan, ia berangkat bersama dua orang sales rokok, yaitu Hari Syahrian (37), warga Jalan Malikussaleh, Kampung Jawa, Lhokseumawe dan Teuku Ilhami (21), warga Desa Tualang, Peureulak, Aceh Timur dari Kota Lhokseumawe. Tujuan mereka adalah akan mampir di sejumlah pasar kecamatan sampai ke Samalanga untuk mendistribusikan rokok.

Sopir dan dua salesman itu berangkat sekitar pukul 09.30 WIB dari Kantor Cabang Lhokseumawe untuk mengantar rokok ke Bireuen, Plimbang, hingga Samalanga. Dalam perjalanan, seperti biasanya banyak mobil melewati mereka. Begitu juga saat memasuki kawasan Bugeng, Peudada, ada sejumlah mobil yang melewati mereka. Kemudian sebuah mobil Avanza putih juga minta jalan maka diberikan jalan oleh sopir untuk lewat.

Ternyata mereka langsung menyalip dan berhenti di depan mobil boks itu dalam jarak sekitar 6-10 meter. Untuk menghindari tabrakan, sopir mobil boks itu mengerem mendadak. Mobil berhenti, lalu sekitar tiga atau empat penumpang Avanza bergegas turun. Mereka mendekati mobil boks sambil mengeluarkan senjata laras pendek dan memerintahkan mereka turun.

“Dengan menggunakan senjata, mereka memaksa kami untuk segera turun dan dinaikkan ke dalam Avanza, lalu mobil kami mereka ambil alih,” ujar Armiadi saat memberikan keterangan di Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT) Polres Bireuen sekitar pukul 11.30 WIB, Rabu kemarin.

Menjawab Serambi tentang berapa jumlah senjata yang dibawa pelaku, Armiadi dan kedua salesman itu mengaku tak tahu persis karena yang terlihat hanya sepucuk senjata laras pendek, lalu mata mereka ditutup para pelaku.

Dalam perjalanan yang diperkirakan hanya 2 kilometer, terdengar perintah untuk putar haluan dan mobil pun seperti berbalik arah, sementara mereka di dalam Avanza terpaksa diam saja karena ketakutan.

Saat berada di dalam mobil, pelaku menggeledah isi kantong korban dan mengambil hp milik korban. “Uang pribadi saya 200.000 diambil. Uang operasional di kantong Hari Syahrian 2 juta rupiah lebih juga diambil. Uang milik Teuku Ilhami 300.000 juga disikat mereka,” ujar Armiadi.

Bahkan, menurut Armiadi, dalam perjalanan tersebut kepala mereka sering diketok dengan gagang senjata apabila bergerak.

Kemudian, setelah melaju sekitar delapan jam tiba-tiba mobil berhenti dan mereka disuruh turun. “Kami diturunkan di sebuah perkebunan sawit di Langsa, kami nggak tahu di desa mana,” ujar Armiadi.

Setelah para korban diturunkan, pelaku bersama mobl boks dan Avanza pun tancap gas. “Kami ketakutan dan menyeberang jalan mendekati salah satu kios untuk minta bantu, tapi warga kebingunan melihat kami. Saat kami minta pinjam hp ternyata mereka bilang tidak punya. Mungkin karena mereka takut. Lalu kami jumpai warga yang lain dan minta pinjam hp. Alhamdulillah dikasih pinjam,” ujarnya.

Tapi saat hp itu dipinjamkan seseorang ternyata pulsanya sudah habis. Sedangkan uang yang tersisa di kantong vuma Rp 30.000 lebih. Dengan itulah pulsa hp dibeli. “Saya menghubungi istri di rumah dan mengabarkan kejadian yang menimpa kami dan saya minta nomor telepon kantor,” ujar Armiadi yang diamini oleh dua sales.

Mereka bertiga akhirnya diarahkan manajemen kantor untuk melapor ke Polres Kota Langsa, sedangkan orang kantor di Lhokseumawe memberitahukan keberadaan mereka ke Polres Bireuen.

Menjawab Serambi makan malam di mana, Armiadi mengaku makan di Langsa setelah melapor ke Polres Langsa. “Nggak dikasih apa-apa dalam mobil. Yang ada justru kepala kami diketok mereka,” ujar Armiadi.

Setelah melapor ke sana, beberapa jam kemudian datang personel Polres Bireuen dan menjemput mereka untuk dibawa pulang ke Mapolres Bireuen. Tujuannya untuk membuat laporan karena kejadiannya di wilayah hukum Bireuen. (yus)

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved