Jumat, 17 April 2026

Biografi Bob Marley, Legenda Reggae yang Gagal Dibunuh, dan Diduga Palsukan Kematiannya

Bob Marley terkenal karena keyakinannya yang kuat pada "Gerakan Rastafari", yang tercermin dari lagu-lagu yang dia nyanyikan.

Editor: Taufik Hidayat
8 news
Bob Marley 

SERAMBINEWS.COM - Don't worry about a thing. 'Cause every little thing is gonna be alright. Demikian penggalan lirik dari lagu berjudul Three Little Birds yang dipopulerkan oleh penyanyi asal Jamaika, Bob Marley.

Dia terkenal karena keyakinannya yang kuat pada "Gerakan Rastafari", yang dapat tercermin dari lagu-lagu yang dia nyanyikan.

Sebagai penyanyi, musisi, dan penulis lagu, Marley menjadi duta dunia untuk musik reggae. Lagunya terjual lebih dari 20 juta kopi selama kariernya.

Jika dia masih hidup hingga hari ini, Bob Marley berusia 74 tahun. Kehidupan awal Robert Nesta Marley lahir pada 6 Februari 1945 di St. Anne, Nine Mile, Jamaika.

Orangtuanya bernama Norval Sinclair dan Cederlla Booker. Norval merupakan seorang pengawas sebuah perkebunan. Sementara Cedella berprofesi sebagai penulis lagu. Ayahnya yang berkulit putih meninggal dunia ketika Marley masih berusia 10 tahun.

Salah satu teman masa kecilnya di St. Anne adalah Neville "Bunny" O'Riley Livingston. Keduanya bersekolah di tempat yang sama dan berbagi kecintaannya pada musik. Bunny mengingspirasi Marley untuk belajar bermain gitar.

Kedekatan mereka turut berpengaruh pada kehidupan ayah Bunny, Thadeus, dan ibu Marley. Akhirnya, keduanya dikaruniai seorang putri bernama Pearl. Mereka semua tinggal bersama untuk sementara waktu di Kingston. 

Saat berada di Kingston pada akhir 1950-an, Marley hidup di salah satu lingkungan termiskin di kota tersebut, Trench Town. Namun, itu semua membuatnya menemukan inspirasi untuk bermusik.

Trench Town memang dikenal dengan sejumlah pemain musik yang sukses dan dianggap sebagai "Motown of Jamaica". Musik dari Amerika Serikat juga mengalir di kota tersebut melalui radio dan jukebox.

Bob Marley kemudian menyukai seniman seperti Ray Charles, Elvis Presley, Fats Domino, dan Drifters.

Marley putus sekolah pada usia 14 tahun. Bersama Livingston, dia mencurahkan waktu untuk musik. Dengan bimbingan Joe Higgs, Marley berupaya meningkatkan kemampuan bernyanyi. Sampai akhirnya, dia bertemu dengan Peter McIntosh atau Peter Tosh yang akan memainkan peran penting dalam karier Marley.

The Wailers Leslie Kong, seorang produser rekaman setempat, menyukai karakter suara Marley dan membuat rekaman beberapa single, termasuk yang pertama berjudul "Judge Not" dirilis pada 1962. Dia tidak tampil baik sebagai artis solo, sehingga dia bergabung dengan teman-temannya.

Pada 1963, Marley, Livingston, dan McIntosh membentuk The Wailing Wailers, dengan single pertama berjudul "Simmer Down". Segera, lagu tersebut naik ke puncak tangga lagu Jamaika pada Januari 1964. Beberapa orang masuk dalam band seperti Junior Braithwaite, Beverly Kelso dan Cherry Smith.

Tahun berikutnya, band reggae ini merilis album pertama mereka, The Wailing Wailers, dengan single yang sukses "Rude Boy".

Ditinggalkan Braithwaite dan Kelso, The Wailers merilis album internasional pertama "Soul Rebels" pada 1970. Pada 1971, band ini merilis dua album populer, "Soul Revolution", dan "The Best of the Wailers".

Sumber: Kompas.com
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved