Biografi Bob Marley, Legenda Reggae yang Gagal Dibunuh, dan Diduga Palsukan Kematiannya
Bob Marley terkenal karena keyakinannya yang kuat pada "Gerakan Rastafari", yang tercermin dari lagu-lagu yang dia nyanyikan.
Kematian Pada 1981
Marley didiagnosis menderita melanoma ganas, sejenis kanker kulit. Penyakit itu diketahui setelah dokter menemukan luka pada jari kakinya yang terluka akibat bertanding sepak bola.
Saat itu, dokter merekomendasikan agar kaki Marley diamputasi, namun dia menolaknya. Meski mampu melawan kanker selama berbulan-bulan, Marley tidak punya waktu lebih lama untuk hidup.
Dia memutuskan untuk kembali ke Jamaika untuk terakhir kalinya. Namun, dia dikabarkan tidak pernah sampai ke sana karena meninggal dunia di Miami, Florida, pada 11 Mei 1981, ketika usianya baru mencapai 36 tahun.
Kata-kata terakhir yang dia ucapkan kepada putranya, Ziggy Marley. "Uang tidak bisa membeli kehidupan," pesannya.
Baca: Bob Marley Ternyata Palsukan Kematiannya, Selama Ini Ia Jadi Pengamen Jalanan
Namun belakangan, legenda reggae ini diduga telah memalsukan kematiannya karena alasan bahwa ia sudah bosan dengan semua perhatian yang ia dapatkan. Dan ia hanya ingin menjalani kehidupan yang tenang menjadi pengamen jalanan di Jamaika.
Rekayasa kematian ini terungkap tahun 2015, dan diduga melibatkan pejabat Pemerintah Jamaika, yang menuruti rencana Marley saat itu, dengan syarat mereka akan menerima royalti dari album paling sukses, Exodus.(Kompas.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/bob-marley_20151126_064731.jpg)