Kasus Penembakan Polisi

Terkait Tewasnya Aldi Rebon Terduga Penembak Bripka Anumerta Faisal, Ini Penjelasan Polda Aceh

Saat Aldi Rebon diamankan, ia berusaha melarikan diri dengan cara melompat melalui jendela kamarnya.

Terkait Tewasnya Aldi Rebon Terduga Penembak Bripka Anumerta Faisal, Ini Penjelasan Polda Aceh
Dokumen Polisi
Barang bukti yang disita dari Aldi Rebon (43), terduga penembak Bripka Anumerta Faisal setelah ditangkap di rumahnya di Kecamatan Peureulak Timur, Aceh Timur, Minggu (17/2/2019). 

"Namun karena peralatan rumah sakit yang kurang memadai, maka tersangka dirujuk ke RS Langsa. Dalam perjalanan ke RS Langsa, tersangka meninggal dunia," kata Kabid Humas.

Baca: Dua DPO Pembunuh Bripka Faisal yang Kabur Masih Memiliki Granat

Baca: Dua Hari Setelah Suami Dibunuh, Istri Bripka Faisal Melahirkan Bayi Laki-Laki, Banjir Doa Netizen

Baca: Kelompok Penikam Brigadir Faisal Dikenal dengan Nama Setan Botak

Seperti diberitakan sebelumnya, Bripka Faisal ditemukan meninggal dunia di kawasan Pantai Desa Bantayan, Aceh Utara pada Minggu (25/8/2018) sekira pukul 03.00 WIB.

Belakangan terungkap bahwa Faisal dibunuh dengan cara ditembak menggunakan senjata api (senpi) jenis pistol revolver miliknya setelah dirampas Muktar Midi (31), anggota komplotan bajak laut asal Pulo U, Kecamatan Tanah Luas, Aceh Utara.

Bripka Anumerta Faisal pada Sabtu (25/6/2018) sekitar pukul 23.00 WIB, datang ke Pantai Bantayan Kecamatan Seunuddon, Aceh Utara karena mendapat informasi ada komplotan yang diduga akan menyelundupan narkoba.

Sesampai di pantai itu, Bripka Faisal bertemu dengan tujuh pria sedang duduk di warung bersama seorang warga setempat.

Lalu Faisal meminta mereka untuk bertiarap. Enam langsung tiarap. Sedangkan Zulkifli alias Botak, tak bersedia tiarap.

Baca: Pembunuh Brigadir Faisal Diduga Gembong Narkoba, Polda Aceh Turunkan Tim Terpadu Buru Pelaku

Baca: Kapolri Berikan Kenaikan Pangkat Luar Biasa Anumerta Kepada Brigadir Faisal

Dia hanya jongkok saja. Lalu Faisal langsung mengokang senpi laras panjang dan mengarahkan ke tengkuk Zulkifli, kemudian ia baru jongkok.

Lalu tiba-tiba Zulkifli melawan dan merampas senpi laras panjang tersebut, lalu meminta bantuan pada temannya yang lain.

Seketika itu juga enam pria lain langsung mengeroyok korban. “Mereka bertujuh memukul korban hingga korban terduduk di tanah.

Lalu Mukhtar menarik senpi revolver di pinggang korban ketika korban hendak bangun. Lalu Zulkifli mengatakan ke Muktar untuk menembak korban.

Halaman
123
Penulis: Subur Dani
Editor: Safriadi Syahbuddin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved