Mahathir Minta Johor Tekan Singapura Soal Perjanjian Impor Air, Harga saat Ini tidak Masuk Akal

Masalah ini menjadi topik panas saat Mahathir pada Juni 2018 mengatakan harga air mentah yang dijual ke Singapura tidak masuk akal.

Mahathir Minta Johor Tekan Singapura Soal Perjanjian Impor Air, Harga saat Ini tidak Masuk Akal
Google maps
Peta Johor dan Singapura 

Pengamat Ekonomi Internasional Universitas Indonesia, Fithra Faisal Hastiadi mengatakan langkah Mahathir menegosiasikan ulang perjanjian air dengan Singapura adalah hal yang relevan.

Menurut dia, harga air itu dibuat pada tahun 1960an yang harganya sudah jauh berbeda dengan kondisi saat ini.

Selain itu, kata Fithra, kapasitas air yang dimiliki Johor semakin lama semakin berkurang akibat penyedotan dalam skala besar.

“Cara mengurangi overuse itu dengan menaikkan harga karena supply-nya juga terbatas,” ujar peraih doctor dari Graduate School of Asia-Pasific Studies di Waseda University, Jepang ini kepada Anadolu Agency pada Rabu (6/2/2019) lalu.

Baca: Batalkan Proyek Rp 281 Triliun yang Dibiayai China, Mahathir: Malaysia Bisa Miskin Bila Diteruskan

Baca: Sebut Najib Razak Jatuh Akibat Korupsi, Ini Keinginan Besar Mahathir Mohamad Tahun 2019

Di sisi lain, kata Fithra, teknologi Malaysia kini sudah maju dibanding pada 1960.

Hal tersebut memungkinkan Malaysia untuk melakukan pengelolaan air sendiri tanpa Singapura.

“Kalau pada 1960an, teknologi Singapura jauh lebih advance dibanding Malaysia,” ujar Fithra.

Fithra mengatakan Singapura sebenarnya mampu dalam pengelolaan air tanpa bergantung dengan Johor.

Ada beberapa alternatif yang bisa dilakukan Singapura, salah satunya melakukan pengolahan air laut.

Namun, kata Fithra, ongkos untuk melakukan itu sangat besar.

Halaman
1234
Editor: Zaenal
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved