5 Fakta Sidang Ketiga Habib Bahar bin Smith, Dari Penolakan Eksepsi Sampai Ancam Jokowi

Jaksa Penuntut Umum (JPU) akan membacakan tanggapan tertulis atas eksepsi dari tim kuasa hukum terdakwa.

5 Fakta Sidang Ketiga Habib Bahar bin Smith, Dari Penolakan Eksepsi Sampai Ancam Jokowi
Tribun Jabar/Daniel Andreand Damanik
Habib Bahar bin Smith saat mengikuti sidang, Kamis (14/3/2019). 

Padahal, Moeldoko menjelaskan, Presiden Jokowi tidak pernah mengintervensi hukum sama sekali, termasuk kasus penganiayaan yagn melibatkan Habib Bahar bin Smith.

"Semua hal-hal yang berkaitan dengan pelanggaran hukum adalah ditangani sepenuhnya oleh aparat penegak hukum tentunya, jadi presiden dalam konteks ini sama sekali tidak intervensi tidak ikut campur," kata Moeldoko.

4. Kronologi kejadian penganiayaan

Awalnya, kedua korban dijemput dari rumahnya pada tanggal 1 Desember 2019 sekitar pukul 10.30 WIB oleh beberapa orang yang sudah ditetapkan tersangka atas perintah Habib Bahar bin Smith.

"Pada saat dijemput, orangtua korban berinisial IS menghalang-halangi supaya anaknya jangan sampai dibawa. Sehingga orang-orang itu menelepon BS, dan perintah BS diangkut sekalian dengan orangtuanya. jadi orangtuanya mengikuti sampai ke ponpes," Direskrimum Polda Jabar, Kombes Pol Bagus.

Setelah tiba di pondok pesantren, kedua korban diduga dianiaya.

Hal itu terlihat dari foto-foto yang ditampilkan dalam konferensi pers yang digelar di Polda Jabar.

"Pukul 15.00 WIB, korban dibawa keluar ke belakang pondok kemudian BS bilang katanya melatih (silat), tetapi kita lihat di sini ada gerakan yang langsung kepada korban," ujarnya.

5. Motif Penganiayaan

Kapolda Jabar, Irjen Pol Agung Budi Maryoto mengatakan berdasarkan keterangan dalam pemeriksaan, Habib Bahar bin Smith melakukan penganiayaan karena korban saat di Bali mengaku sebagai Habib Bahar bin Smith.

Halaman
1234
Editor: faisal
Sumber: Tribun Jabar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved