Breaking News:

Kopi Aceh Diperkenalkan ke Pasar Internasional

"Situasi ini layaknya perlu diperhitungkan sebagai peluang bagi pelaku UMKM atau pengusaha di Indonesia, khususnya Aceh,"

Penulis: Mawaddatul Husna | Editor: Muhammad Hadi
FOR SERAMBINEWS.COM
Duta Besar RI untuk Singapura mencoba kopi olahan Owner Bawadi Coffee pada even Cafe Asia, di Singapura. 

Laporan Mawaddatul Husna | Banda Aceh

SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH - Kementerian Perdagangan Republik Indonesia, Kedutaan Besar Republik Indonesia untuk Singapura, dan Bank Indonesia (BI) memfasilitasi 10 Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM) untuk mengikuti Cafe Asia, yaitu pameran perdagangan dan konsumen terbesar di Asia Tenggara berfokus pada komoditi kopi dan teh.

Kegiatan yang diadakan selama tiga hari (21-23 Maret 2019) itu berlangsung di Marina Bay Sands Singapore Expo and Convention Centre, Singapura.

Enam dari sepuluh UMKM yang mengikuti even internasional ini merupakan binaan BI yang terpilih dari Sumatera Utara, Sumatera Selatan, Jambi, Jawa Barat, Bali, dan Aceh yang diwakili oleh Bawadi Coffee.

Baca: Gantikan Bandara Maimun Saleh, Sabang akan Bangun Bandara Bertaraf Internasional

Dalam siaran pers yang diterima Serambinews.com, Senin (25/3/2019) disampaikan, pada kesempatan tersebut, para pengunjung memuji rasa roasted coffee yang diolah oleh Owner Bawadi Coffee, Teuku Dhahrul Bawadi.

Menurutnya, hal tersebut menandakan diterimanya roasted coffee olahan Aceh oleh masyarakat Singapura.

Selain itu, hal ini juga menunjukkan bahwa peluang ekspor tidak hanya green bean, tetapi juga roasted coffee.

Selain memiliki nilai yang lebih tinggi, secara tidak langsung roasted coffee mampu mendorong terciptanya lapangan pekerjaan, serta semakin memperkuat daya tawar kopi Aceh di tingkat internasional.

Baca: Harga Emas Turun, Berikut Daftar Lengkap Harganya

"Banyak manfaat yang diperoleh dalam Café Asia ini. Selain berkenalan dengan berbagai pengusaha kopi dari provinsi lain, even ini memberikan kesempatan untuk membangun jejaring bisnis di Singapura," katanya.

Tercatat sekitar 12 potential trader dan investor dari berbagai negara seperti Myanmar, Bangladesh, Thailand, termasuk beberapa orang diantaranya dari Singapura yang sudah menyatakan minatnya untuk menjajaki potensi kerja sama dengan Bawadi Coffee.

Sementara Kepala Kantor Perwakilan BI Aceh, Zainal Arifin Lubis menyampaikan penyelenggaraan Cafe Asia ini bertujuan untuk mempertemukan para pemilik dan pengelola kafe, eksportir dan importir kopi, serta distributor, dan supplier kafe yang pada akhirnya dapat membuka peluang kerja sama di tingkat regional dan internasional.

Baca: Malaysia Lawan Uni Eropa Hapus CPO, Mahathir Ancam Beli Jet Tempur China Ketimbang Buatan Eropa

Ia menambahkan, bagi pihaknya mengikuti Café Asia ini dapat dimanfaatkan untuk memperkaya informasi, dan menganalisis permintaan pasar terhadap berbagai jenis produk kopi, baik dari sisi hulu maupun hilir.

"Terlebih pada saat ini, kopi dari Indonesia dirasa paling sesuai dengan lidah masyarakat Singapura. Indonesia merupakan eksporter terbesar kopi di Singapura," katanya.

Dalam jangka panjang, menjadikan Singapura sebagai mitra bisnis juga memberikan dampak yang sangat positif dalam rangka membangun image dan trust pelaku usaha kopi pemula.

Baca: Bazar Pangan Toko Tani Digelar di Sabang, Sediakan Sejumlah Kebutuhan Pokok

"Situasi ini layaknya perlu diperhitungkan sebagai peluang bagi pelaku UMKM atau pengusaha di Indonesia, khususnya Aceh," kata Zainal Arifin.

Dikatakan, Kantor Perwakilan BI Aceh berharap jejak Bawadi yang sudah mulai menapaki pasar global dapat memotivasi, dan menjadi role model bagi para pengusaha kopi lainnya di Aceh.

"Kedepan, Bank Indonesia akan mendukung penuh pengembangan kopi di Aceh serta senantiasa memperkuat kerja sama, baik dengan Pemerintah Aceh maupun dengan KBRI di berbagai negara Asia Tenggara," tutupnya. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved