Tanaman Padi di Dusun Sawah Manyak Payed Mati Akibat Kekeringan, Petani Berharap Ada Irigasi
Tanaman padi di areal persawahan di Dusun Sawah, Kampung Bukitpanjang II, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang mati akibat kekeringan.
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Yusmadi
Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang
SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tanaman padi di areal persawahan di Dusun Sawah, Kampung Bukitpanjang II, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang mati akibat kekeringan.
"Kami cuma pasrah melihat tanaman mati kekeringan. Sempat ada hujan, tapi sebentar. Airnya gak cukup untuk kebutuhan seluruh sawah di sini," kata Sutrisno, salah satu pemilik lahan di Dusun Sawah, Rabu (27/3/2019).
Di tahun ini, petani di daerah itu mengalami dua kali gagal panen.
Sebulan lalu tanaman yang siap panen mati karena kekurangan air.
Baca: Curah Hujan Minim, 4.843 Ha Lahan Persawahan dari Lima Kecamatan di Pidie Ini Terancam Kekeringan
Baca: Badai Kering Landa Singkil
Baca: Aceh Utara dan Bireuen Kekeringan
Hal serupa kembali terulang di bulan ini ketika petani baru mulai bercocok tanam.
Kekeringan ini dampak dari curah hujan yang minim dalam tiga bulan terakhir.
Padahal petani di Aceh Tamiang sangat mengandalkan air hujan untuk menyiram tanaman akibat belum tersedianya saluran irigasi.
"Lahannya sudah retak-retak, jadi gak bisa dipakai untuk menanam. Kalau bisa tolonglah kami dibuatkan irigasi," ucapnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/sawah-milik-petani-kekeringan-dikawasan-mane-kareung_20170728_100108.jpg)