Minggu, 10 Mei 2026

Tanaman Padi di Dusun Sawah Manyak Payed Mati Akibat Kekeringan, Petani Berharap Ada Irigasi

Tanaman padi di areal persawahan di Dusun Sawah, Kampung Bukitpanjang II, Kecamatan Manyakpayed, Aceh Tamiang mati akibat kekeringan.

Tayang:
Penulis: Rahmad Wiguna | Editor: Yusmadi
SERAMBI/ZAKI MUBARAK
ILUSTRASI -- Sawah milik petani kekeringan dikawasan Mane Kareung, Kecamatan Blang Mangat, Lhokseumawe, Kamis (27/7/2017). Sejak sepekan beberapa areal sawah dalam kota Lhokseumawe mengalami kekerigan sehingga membuat petani tidak bisa menanam. 

Laporan Rahmad Wiguna | Aceh Tamiang

SERAMBINEWS.COM, KUALASIMPANG - Tanaman padi di areal persawahan di Dusun Sawah, Kampung Bukitpanjang II, Kecamatan Manyak Payed, Aceh Tamiang mati akibat kekeringan.

"Kami cuma pasrah melihat tanaman mati kekeringan. Sempat ada hujan, tapi sebentar. Airnya gak cukup untuk kebutuhan seluruh sawah di sini," kata Sutrisno, salah satu pemilik lahan di Dusun Sawah, Rabu (27/3/2019).

Di tahun ini, petani di daerah itu mengalami dua kali gagal panen.

Sebulan lalu tanaman yang siap panen mati karena kekurangan air.

Baca: Curah Hujan Minim, 4.843 Ha Lahan Persawahan dari Lima Kecamatan di Pidie Ini Terancam Kekeringan

Baca: Badai Kering Landa Singkil

Baca: Aceh Utara dan Bireuen Kekeringan

Hal serupa kembali terulang di bulan ini ketika petani baru mulai bercocok tanam.

Kekeringan ini dampak dari curah hujan yang minim dalam tiga bulan terakhir.

Padahal petani di Aceh Tamiang sangat mengandalkan air hujan untuk menyiram tanaman akibat belum tersedianya saluran irigasi.

"Lahannya sudah retak-retak, jadi gak bisa dipakai untuk menanam. Kalau bisa tolonglah kami dibuatkan irigasi," ucapnya. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved