Nilai-nilai Pendidikan Moral dalam Isra Mikraj
Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa
Dalam sejarah peristiwa Isra Mikraj, kita memperolehi beberapa nilai pendidikan moral berharga untuk direnungi serta dihayati. Di antara pelajaran berguna tersebut antara lain: Pertama, manusia harus senantiasa mengadakan hubungan dengan Allah, baik saat ditimpa kesusahan maupun di kala mendapat kesenangan. Hal ini sangatlah penting dijadikan sebagai pelajaran. Sebab, kebanyak manusia ini baru ingat dan memohon pertolongan Allah Swt pada saat mengalami musibah dan bencana, sementara pada saat bahagia, seolah-olah melupakan keberadaan Allah Sang Pencipta.
Kedua, dalam perjalanan mikraj, Nabi Muhammad saw banyak melihat orang-orang yang disiksa, disebabkan telah melakukan perbuatan dosa dan melanggar perintah Allah Swt. Artinya, manusia sebagai hamba Allah harus selalu menjauhi perkara-perkara mungkar dan maksiat yang menyebabkan datangnya murka dan azab dari Allah Swt. Pada saat Isra Mikraj, Baginda Nabi saw ditunjukkan berbagai bentuk siksaan yang sedang dialami oleh berbagai kaum sebagai akibat dari pada segala kejahatan yang pernah mereka lakukan.
Ketiga, manusia digalakkan memberi salam. Sepanjang perjalanan Mikraj, Nabi Muhammad saw tidak pernah lupa mengucapkan salam kepada para rasul yang beliau temui. Dan, keempat, pelajaran yang juga tidak kalah penting adalah kita harus waspada dengan rayuan dan tipu daya iblis, di mana sewaktu Isra pada awal perjalanan, setan yang menyamar sebagai perempuan coba menghalangi perjalanan Baginda Nabi saw dan berusaha memperdayakannya. Hal ini memberikan pelajaran bagi kita bahwa, iblis yang merupakan musuh cucu Adam as akan selalu berusaha menjerumuskan manusia untuk melanggar perintah Allah Swt.
Oleh karena itu, marilah kita tanamkan pendidikan Islam secara umum dan pendidikan agama secara khusus kepada anak-anak kita. Sudah semestinya lembaga pendidikan kita punya rancangan yang positif, terutama yang berkaitan masa depan anak-anak bangsa. Membekali mereka dengan berbagai pengajaran agama, supaya suatu saat nanti mereka tidak lupa dan salah paham mengenai agama yang akan mengantarkan mereka untuk memperoleh kebahagiaan di dunia dan akhirat. (ulfa_atjeh82@yahoo.com)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/maria-ulfa-spd-mpd-wakil-kepala-madrasah-bidang-kurikulum-man-1-aceh-besar.jpg)