Malaysia Terlilit Utang, Mahathir Bakal Jual Banyak Aset Negara, Termasuk Pulau

Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan Malaysia tidak mengesampingkan kemungkinan menjual lebih banyak aset

Malaysia Terlilit Utang, Mahathir Bakal Jual Banyak Aset Negara, Termasuk Pulau
PM Malaysia Mahathir Mohamad saat berdiskusi di Universitas Chulalongkorn, Bangkok, Kamis (25/10/2018). (AFP/LILLIAN SUWANRUMPHA) 

SERAMBINEWS.COM - Perdana Menteri Malaysia, Mahathir Mohamad menyatakan Malaysia tidak mengesampingkan kemungkinan menjual lebih banyak aset, termasuk tanah dan pulau, untuk menjaga utang nasional berada pada tingkat yang aman.

"Kami masih memiliki beberapa aset. Bahkan, kami mungkin, jika perlu, bahkan menjual tanah milik pemerintah," katanya kepada wartawan di lobi Parlemen, Kamis (4/4/2019) seperti dilansir INTISARI dari Straits Times.

"Tetapi tentu saja kami akan menjualnya kepada orang Malaysia, bukan kepada orang asing. Itu akan membantu mengurangi hutang."

Mahathir juga menyatakan bahwa selain dari penjualan Superyacht Equanimity kepada konglomerat Genting Malaysia Bhd seharga AS$126 juta (sekitar Rp1,8 triliun), setiap penjualan aset pemerintah di masa depan juga akan diprioritaskan kepada orang Malaysia.

Kapal pesiar itu diduga dibeli dengan uang yang dicuri dari dana investasi negara 1Malaysia Development Berhad (1MDB) dan pernah digunakan oleh pengusaha Malaysia Low Taek Jho untuk menjadi tuan rumah pesta-pesta mewah.

Baca: Kabar Terbaru Terkait Mayat Dimutilasi dalam Koper, Dugaan Asmara Sejenis dan Titik Terang Pelaku

Baca: Hasil Semifinal Malaysia Open 2019 - Kalah dari Chen Long, Jonatan Christie Terhenti di Semifinal

Baca: 5 Fakta Ayah yang Gendong Jenazah Anaknya Karena Tak Sanggup Biayai Pemakaman, Begini Kronologinya

Equanimity direbut di lepas pantai Bali oleh Indonesia pada Februari tahun lalu atas permintaan pihak berwenang AS sebagai bagian dari investigasi korupsi bernilai miliaran dolar AS dalam skandal 1MDB.

Kapal mewah itu termasuk di antara aset yang diduga dibeli oleh Low, juga dikenal sebagai Jho Low, dan rekan-rekannya dengan uang yang diambil dari dana tersebut.

Pemerintah Indonesia menyerahkan kapal tersebut kepada Malaysia pada bulan Agustus, tetapi pemerintah Malaysia berjuang untuk menemukan pembeli untuk kapal dengan panjang 91 meter setelah lelang sebelumnya gagal.

perdana menteri Malaysia Mahathir Mohammad Channel News Asia

Pemerintah Pakatan Harapan sejauh ini menghabiskan RM14,5 juta (Rp50,5 miliar) 'hanya' untuk merawat Equanimity, yang merapat di Port Klang sebelum dipindahkan ke markas Wilayah 3 Angkatan Laut Malaysia di Langkawi.

Halaman
123
Editor: Amirullah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved