Studi : Separuh Dari Pelaku Perdagangan Manusia Adalah Perempuan, Yang Juga Jadi Korban
Kandidat PhD di Flinders University, Alexandra Baxter, mengatakan banyak orang belum memahami realitas perdagangan manusia di Australia
Baxter mengatakan ia menemukan bahwa hakim sering mengabaikan latar belakang perempuan, atau melihatnya sebagai alasan bagi mereka untuk lebih tahu.
Ia mengatakan hakim sering mengatakan hal-hal seperti pelaku "seharusnya tahu" perilaku mereka salah, mengingat mereka pernah mengalaminya sendiri.
Baca: Kasatpol PP Banda Aceh: Seharusnya Parpol dan Caleg Bersihkan Sendiri APK
"Sangat sederhana untuk mengatakan 'anda seharusnya tahu lebih baik' dan 'anda harus memilih kehidupan yang jauh dari itu', tetapi seberapa realistis mereka bisa melakukan itu?," kata Baxter.
"Dalam situasi apapun yang menyinggung, latar belakang pelanggar atau pelaku akan sering menjadi alasan yang baik mengapa pelanggaran itu terjadi, ini diterapkan dalam penyalahgunaan narkoba, pelecehan seksual dan kasus-kasus intimidasi."
Penelitiannya berpendapat bahwa prinsip-prinsip tersebut juga harus berlaku untuk latar belakang pelaku perdagangan manusia, yang seringkali memiliki kesempatan terbatas untuk meninggalkan dunia itu begitu hutang kepada para penangkapnya terbayar.
"Dari mana mereka bebas?," kata Baxter.
"Ya, mereka tidak lagi memiliki hutang. Gaya hidup itu dan kondisi-kondisi itu dan pekerjaan itulah yang mereka tahu."
"Mereka masih memiliki keterampilan bahasa Inggris yang terbatas dan keterampilan perdagangan yang terbatas."
Baca: Pelaku Teror Mesjid di Christchurch Brenton Tarrant Diduga Pernah Ancam Bunuh Warga Melbourne
Menurut Badan Narkoba dan Kejahatan PBB (UNODC), "hampir setiap" negara di dunia terkena dampak perdagangan manusia dengan ribuan pria, perempuan dan anak-anak menjadi korban.
Associate Professor Flinders University dalam bidang Kriminologi, Marinella Marmo, mengatakan analisis studi kasus di Australia ini akan berdampak signifikan.
"Perserikatan Bangsa-Bangsa telah menunjukkan minat untuk membuat profil tak hanya korban yang diperdagangkan tetapi juga pelanggar hukum," kata Dr Marmo.
"Statistik menunjukkan bahwa hampir 3 dari 10 pelaku perdagangan manusia adalah perempuan."
Artikel ini tayang pada Australia Plus Indonesia dengan jduul : Separuh Dari Pelaku Perdagangan Manusia Adalah Perempuan, Yang Juga Jadi Korban
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/kekerasan-seksual_20170514_195615.jpg)