Kompleks Al-Aqsa: Misteri Kubah Batu Yerusalem Hingga Tempat Disimpannya Tabut Perjanjian
Kubah Batu dan batu pijakan itu terbuka untuk umat Muslim yang ingin beribadah, namun semua tergantung pada situasi keamanan dan politik setempat.
SERAMBINEWS.COM - Kebakaran melanda kompleks Masjid Al-Aqsa di Yerusalem, Senin (15/4/2019) malam.
Bencana kebarakan tersebut terjadi hampir bersamaan dengan insiden kebakaran yang terjadi di Gereja Notre Dame, Paris.
Kantor berita Otoritas Nasional Palestina, PNA, mengutip pernyataan seorang penjaga mengatakan, "Kebakaran terjadi di ruangan penjaga di luar ruang shalat Marwani. Api telah dapat dipadamkan oleh pemadam kebakaran dari Wakaf Islam".
Masjid Al-Aqsa merupakan bangunan masjid suci umat Muslim di Yerusalem, yang sekaligus menjadi pusat konflik Arab-Israel yang berkepanjangan.
Baca: Jangan Sampai Kehabisan, Catat Jadwal Pasar Tani Selama Ramadhan
Ruang shalat Marwani terletak di bawah sudut tenggara Bukit Kuil atau Haram al-Sharif, yang menjadi lokasi Kubah Batu dan Masjid Al-Aqsa.
Nah, salah satu yang menarik dari keduanya adalah seringnya orang menganggap Kubah Batu sebagai Masjid Al-Aqsa.
Kubah Batu yang berupa bangunan berkubah emas terlihat sangat anggun dan kontras dengan sekitarnya, sering dianggap sebagai Masjid Al-Aqsa.
Baca: Sekdes Gampong Teungoh Langsa Juara Lomba Baca Puisi Tingkat Nasional
Bangunan yang juga dikenal sebagai Dome of The Rock tersebut terletak di seberang masjid Al-Aqsa, dan karena memiliki kubah, maka sering dikira masjid.
Kubah Batu sendiri merupakan salah satu bangunan tertua umat muslim, dibangun pada masa pemerintahan Umayyah sekitar tahun 691 masehi.
Ternyata, tidak hanya bersejarah bagi umat muslim di Yerusalem, melainkan juga memiliki kedekatan dengan umat Yahudi.
Jika umat Islam menyebutnya Kubah Batu, maka umat yahudi menyebutnya Gunung Kuil (Temple Mount) atau Templum Domini.
Yang paling menarik dari Kubah Batu bukanlah banguan luarnya, namun ketika kita masuk ke dalam.
Di dalam kubah batu, sebuah pagar cukup tinggi melindungi sebuah permukaan batu besar.
Permukaan batu itulah yang dipercaya umat Islam menjadi batu pijakan Nabi Muhammad SAW saat perjalannya ke langit (peristiwa Isra' Mi'raj)
Sementara bagi kaum Yahudi, mereka meyakini bahwa permukaan batu itulah tempat dimana Abraham (Ibrahim) akan menyembelih putranya, Ishaak (Ishak).
Baca: PLN Siagakan Petugas, Pastikan Listrik Aman Selama Pemilu di Aceh Barat
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/berdoa-di-kompleks-masjid-aqsa_20171212_204615.jpg)