Minta Didoakan Nyaleg, Zamzami Justru Dapat Kabar Muhammad Ikram Sakit

Zamzami, ayah kandung Muhammad Ikram (20), mahasiswa Jeumpet Ajuen, Darul Imarah, Aceh Besar yang meninggal di Kairo, Mesir, Minggu (21/4/2019) ..

Minta Didoakan Nyaleg, Zamzami Justru Dapat Kabar Muhammad Ikram Sakit
SERAMBINEWS.COM/MISRAN ASRI
Zamzami menerima rekan-rekannya yang datang berkunjung ke rumahnya di Gampong Jeumpet Ajun, Kecamatan Darul Imarah, Aceh Besar, Senin (22/4/2019) dan memberi semangat dan dukungam agar keluarga yang ditinggalkan tabah atas meninggalnya almarhum Muhammad Ikram, di Kairo, Mesir.   

“Pada saat dengar harus dioperasi itulah saya khawatir dan minta fotonya. Lalu, anak laki-laki saya Nurul Kausar mengirimkan fotonya, dimana kaki kiri Ikram yang luka itu, tapi sudah terbalut perban. Kalau dari fotonya, luka diperban itu hanya sedikit. Tapi, itu hanya penyebabnya, karena pada hakikatnya sudah janji Allah anak saya dipanggil ke ilahi rabbi,” ungkap Zamzami yang begitu tegar dan mengaku ridha dan ikhlas dengan kejadian itu.

Ia pun menjelaskan, pada 6 April 2019, dirinya dan almarhum Muhammad Ikram, anak bungsunya itu masih sempat berkomunikasi dan menanyakan seputar kabar dirinya dan anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Kairo Mesir dan abangnya Nurul Kausar di Syria.

“Anak saya ini sempat menanyakan ‘apa kabar ayah’. Saya bilang, alhamdulillah baik, begitu juga dengan kabarnya dan kabar abangnya Nurul Kausar. Waktu itu saya pesan jaga kesehatan, jaga diri baik-baik serta rajin-rajinlah belajar dan jangan lupa melaksanakan kewajiban pada Allah. Hanya itu saja,” ungkap Zamzami.

Berselang beberapa hari itu, lanjut Zamzami, dia baru mengirimkan kembali pesan kepada dua anaknya yang sedang menempuh pendidikan di Timur Tengah dengan meminta doa agar diberi kelancaran dalam pencalonan dirinya dalam pemilihan legislatif. “Saya tahu kali karakter kedua anak saya ini.

Mereka betul-betul tidak ingin menimbulkan pikiran bagi kami orang tuanya dan keluarga. Karena, begitu saya kirim pesan WhatsApps pada tanggal 15 April itu, disitulah saya dapat kabar anak saya Muhammad Ikram sakit,” sebutnya.

Almarhum Muhammad Ikram, anaknya itu, lanjut Zamzami, sebelumnya menempuh pendidikan di Pesantren Oemar Diyan Indrapuri, Aceh Besar selama enam tahun.

Selepas dari pesantren di bawah pimpinan Ustaz Tgk H Fakhruddin Lahmuddin SAg MPd itu, pada awal Desember 2018 lalu, almarhum Muhammad Ikram dinyatakan lulus untuk melanjutkan pendidikannya di Kairo, Mesir yang saat ini, kata Zamzami, anak itu masih belajar di kelas persiapan Bahasa Arab Universitas Al-Azhar dan tercatat anggota Keluarga Mahasiswa Aceh (KMA) Mesir.

Setelah kurang lebih seminggu Muhammad Ikram berangkat ke Kairo, abang kandungnya Nurul Kausar yang sebelumnya juga berada di sebuah pesantren di Aceh Besar, juga ingin melanjutkan pendidikan di Suriah. “Ketika abangnya itu bilang ke Suriah, saya sempat khawatir.

Tapi, setelah saya cek langsung ke sana saat mengantar dia, saya merasa lega, setelah melihat langsung para santri di pesantren itu ramau,” ungkap Zamzami.

Kembali ke cerita almarhum Muhammad Ikram, lanjut Zamzami, jenazah anak bungsunya itu direncanakan akan tiba di Bandara Sultan Iskandar Muda (SIM) Blangbintang, Aceh Besar, pada Selasa (23/4/2019) besok malam.

Halaman
123
Penulis: Misran Asri
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved