Balai Bahasa

Manfaat Kamus

Para pelajar, guru, dosen, wartawan, ilmuwan, ustaz, dai, pendeta, penulis, penyair, juru runding, bahkan orang awam

Manfaat Kamus
IST

5. Kamus istilah, misalnya, untuk kalangan tertentu—seperti ilmuwan,wartawan, penulis profesional, dan sastrawan—berkontribusi menyediakan sejumlah istilah pilihan berikut maknanya yang paling tepat mewakili konsep, gagasan, proses, atau sifat yang dikehendaki si pengguna kamus. Ketika menulis lazim sekali para penulis dan ilmuwan menyertakan kamus (dan kamus istilah) sebagai teman. Persoalannya sekarang, apakah Anda sudah memanfaatkan kamus selama ini?

Balai Bahasa Aceh Kembali Gelar Lomba Baca Naskah Lama

BANDA ACEH - Balai Bahasa Aceh kembali menggelar Lomba Baca Naskah Lama. Kegiatan yang bertujuan menumbuhkan dan menggali kembali motivasi dan minat baca masyarakat umum terhadap naskah lama Aceh ini dilaksanakan pada tanggal 24 April 2019 silam di panggung terbuka Balai Pelestarian Nilai Budaya Aceh, Jalan Twk. Hasyim Banta Muda No.17, Gampong Mulia, Banda Aceh.

“Tidak seperti tahun-tahun sebelumnya yang biasanya diadakan di Aula SKB Lampineueng, Banda Aceh, Kegiatan Lomba Baca Naskah Lama tahun 2019 dipusatkan di Kantor BPNB Aceh dalam rangka menyemarakkan gebyar hari pendidikan nasional,” kata koordinator kegiatan, Murhaban, M.A. Murhaban lebih lanjut menuturkan bahwa Lomba Baca Naskah Lama Aceh diikuti oleh 50 peserta, dari berbagai kalangan; masyarakat umum, mahasiswa, pelajar dan para santri yang tersebar di beberapa dayah di Aceh. Bahkan, beberapa peserta berasal dari daerah Aceh Timur, Pidie Jaya, dan Aceh Utara. Animo masyarakat untuk mengikuti kegiatan ini dari tahun ke tahun terus meningkat.

Ini menandakan semangat masyarakat terhadap naskah lama mulai menggeliat kembali. Untuk tahun ini, kuota peserta telah terpenuhi hanya dalam waktu beberapa hari saja. Peserta yang telah terdaftar diharuskan membaca bahan naskah lama berbahasa Aceh dan beraksara Arab Jawo yang diberikan pada saat taklimat, dua hari sebelum lomba diadakan. Kedua naskah tersebut adalah penggalan nazam Nur Nabi Muhammad dan nazam Siti Fatimah.

Kepala Balai Bahasa Aceh, Drs. Muhammad Muis, M.Hum., dalam arahannyapada saat penutupan lomba mengaku terharu dengan semakin tingginya animo masyarakat Aceh untuk mengikuti kegiatan ini. Ia juga berharap, kegiatan ini dapat memotivasi masyarakat untuk kembali cinta naskah lama dan dapat mengambil manfaat dari isi naskah tersebut. Ketua dewan juri, Drs. T. Abdullah, M.A., yang lebih akrab disapa Pak T.A., menaruh apresiasi tinggi kepada Balai Bahasa Aceh yang terus mengagendakan kegiatan ini setiap tahunnya, Tgk. Sofyan Nagan, pemenang pertama lomba serupa pada tahun 2016 yang dipercayakan sebagai salah satu juri lomba, menaruh harapan serupa. Juri lainnya, Dr. Baun Thoib Soaloon Siregar, pengkaji bahasa di Balai Bahasa Aceh memberi masukan kepada panitia agar kegiatan Lomba Baca Naskah Lama pada tahun-tahun mendatang dapat ditingkatkan kualitas kegiatannya.

“Saya berharap sebelum diadakan lomba, para peserta yang terpillih dapat diberikan materi pengayaan naskah lama Aceh, seperti: cara penulisan Arab Jawo berbahasa Aceh dan gaya pembacaannya. Dengan begitu, para peserta akan termotivasi untuk kembali menelaah beragam naskah lama Aceh, peserta pun akan lebih siap pada saat lomba diadakan.”

Pada tahun ini, pemenang pertama dan kedua diperoleh peserta perempuan,yaitu Nazariah dari Meunasah Papeun, Aceh Besar dan Dara Puspita Fonna dari Banda Raya, Banda Aceh. Juara ketiga diraih oleh Muliadi, peserta dari Bireum, Aceh Timur. Juara harapan satu dan tiga berasal dari Kota Baru, Banda Aceh, yaitu Husni Marzan dan Fajrizal M Adam. Sedangkan juara harapan dua diraih Abdul Gani dari Kuta Cot Glie, Aceh Besar

Editor: bakri
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved