Rabu, 6 Mei 2026

Opini

Pendidikan yang Bermartabat

Memperingati hari Pendidikan Nasional menjadi catatan penting untuk memahami bahwa pendidikan merupakan faktor

Tayang:
Editor: bakri
IST
DR. FAUZI, M.KOM.I, Pengamat Pendidikan di Kota Lhokseumawe 

Karena itu, fondasi terkuat dari bangunan masyarakat adalah individu yang berperilaku sesuai dengan nilai-nilai moralitas yang baik. Semakin kuat nilai-nilai moral seseorang, akan beresonansi kepada bangunan masyarakat yang semakin kuat juga. Sebagaimana semangat Ki Hadjar Dewantara dalam membangun dan memajukan pendidikan dengan filosofinya yang memberikan keteladanan dalam bentuk ajaran yang berbunyi: Ing ngarsa sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani. Pendidikan karakter merupakan daya upaya untuk memajukan bertumbuhnya budi pekerti luhur (karakter).

Montesquieu, seorang filosofi berkebangsaan Perancis, mengemukakan bahwa karakter bangsa sangat berkaitan dengan hukum, bentuk dan perilaku pemerintahan yang ada. Karakter bangsa akan tercermin bagaimana warga bangsa tunduk dan patuh pada hukum yang berlaku. Masyarakat yang berkarakter akan selalu memberikan dukungan apabila pemerintah berjalan di atas rel yang benar.

Sebaliknya masyarakat akan bereaksi dan memberikan kritik manakala pemerintah menyeleweng dari garis-garis yang telah ditetapkan. Thomas Lickona, seorang pendidik karakter dari Cortland University, New York, menggambarkan bahwa salah satu tanda-tanda sebuah bangsa sedang menuju jurang kehancuran adalah semakin kaburnya moral baik dan buruk.

Hal ini disebabkan oleh ukuran-ukuran dalam pendidikan tidak dikembalikan pada nilai-nilai keluhuran budi pekerti dan karakter tetapi cenderung bersifat rasional. Masyarakat lebih mengutamakan kemampuan intelektual dan kompetensi, dibandingkan pertimbangan karakter. Krisis moral yang tidak segera diatasi akan berdampak luas terhadap timbulnya berbagai krisis lainnya. Tidak hanya membawa dampak buruk terhadap perkembangan pola pikir masyarakat, lebih berbahaya lagi dapat mengancam kepentingan bangsa dan keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Pendidikan karakter membutuhkan pembiasaan. Pembiasaan untuk berbuat baik, jujur, berani, dan sifat baik lainnya serta malu bila berbuat kesalahan seperti curang dan malas juga sifat buruk lainnya. Karakter tidak terbentuk secara instan, namun harus dilatih secara serius dan proporsional agar mencapai hasil yang ideal. Kejujuran tidak tumbuh secara alamiah mengingat salah satu sifat manusia adalah egois, maka berlaku jujur harus dilatih dan diawasi secara ketat.

Pada tingkat yang paling dasar, kejujuran berarti ‘berbicara kebenaran’. Berbicara tentang kebenaran dalam makna yang kita ketahui pada setiap saat dan dalam segala situasi. Tidak ada pengecualian untuk berbicara kebenaran ini dan tidak ada hitam dan putih di dalamnya, yang ada hanya kebenaran.

Dengan nilai moralitas ini, berbagai bentuk kebohongan harus dipahamkan kepada peserta didik. Tindakan seperti menyontek, berkata bohong, melakukan dan menyebarkan berita hoaks, dan sebagainya harus sejak dini dipahamkan sebagai tindakan ketidakbenaran yang harus dihindari.

Pada hakikatnya fungsi pendidikan karakter adalah untuk membentuk dan mengembangkan potensi agar berpikiran baik, berhati baik, dan berperilaku sesuai dengan falsafah pancasila. Pendidikan karakter juga memperbaiki dan memperkuat peran keluarga, satuan pendidikan, masyarakat, dan pemerintah untuk ikut berpartisipasi dan bertanggung jawab dalam pengembangan potensi warga negara dan pembangunan bangsa menuju bangsa yang maju, mandiri, dan sejahtera.

Di samping itu, pendidikan karakter menjadi pemilah budaya bangsa sendiri dan menyaring budaya bangsa lain yang tidak sesuai dengan nilai-nilai budaya bangsa dan karakter bangsa yang bermartabat. Tentunya, peringatan hari pendidikan nasional dapat dijadikan momentum untuk mempersiapkan generasi yang tangguh, generasi yang bermoral dan bertanggungjawab serta mampu menunjukkan jati dirinya sebagai manusia yang berbudaya. Semoga! Email: fauzikalia2017@gmail.com

Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved