Merawat Tradisi, KWPSI Gelar Meugang Bersama dan Santuni Anak Yatim
meugang dengan sistem meuripee atau urunan dari keluarga besar KWPSI ini di awali dengan menikmati hidangan kuah beulangong secara bersama
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
Harun Keuchik Leumiek berharap kegiatan sosial seperti meugang bersama anak yatim dan fakir miskin dapat dilaksanakan terus setiap tahun.
Karena sangat membantu meringankan beban anak yatim dan fakir miskin saat meugang.
Baca: Pasca Ijtima Ulama 3 Desak Jokowi Diskualifikasi, Kini Muncul Multaqo Ulama, Ini Rekomendasinya
Dalam budaya masyarakat Aceh, kata wartawan senior ini, meugang sudah menjadi tradisi secara turun temurun, untuk merayakannya harus ada daging walau hanya sedikit.
Bahkan seorang menantu laki - laki saat pulang ke rumah tidak lengkap rasanya kalau belum membawa daging meugang.
Acara itu selain dihadiri Tokoh Pers Aceh yang juga Sekretaris Dewan Pembina KWPSI Harun Keuchik Leumiek, hadir juga Ketua Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Aceh Muhammad Hamzah, Mantan Karo Humas Setda Aceh, Mulyadi Nurdin, dan lainnya.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-bersama-saat-meugang-kwpsi-tahun-2019.jpg)