Merawat Tradisi, KWPSI Gelar Meugang Bersama dan Santuni Anak Yatim
meugang dengan sistem meuripee atau urunan dari keluarga besar KWPSI ini di awali dengan menikmati hidangan kuah beulangong secara bersama
Penulis: Masrizal Bin Zairi | Editor: Muhammad Hadi
Merawat Tradisi, KWPSI Gelar Meugang Bersama dan Santuni Anak Yatim
Laporan Masrizal | Banda Aceh
SERAMBINEWS.COM, BANDA ACEH – Keluarga besar Kaukus Wartawan Peduli Syariat Islam (KWPSI) kembali menggelar meugang bersama dalam rangka menyambut bulan suci Ramadhan 1440 Hijriah/2019 Masehi.
Kegiatan yang saban tahun dilaksanakan itu berlangsung di Gampong Gla Meunasah Baroe, Kecamatan Krueng Barona Jaya, Aceh Besar, Sabtu (4/5/2019).
Acara meugang dengan sistem meuripee atau urunan dari keluarga besar KWPSI ini di awali dengan menikmati hidangan kuah beulangong secara bersama.
Baca: Ini Jadwal Imsakiah Ramadhan 1440 Hijriah di 23 Kabupaten/kota di Aceh
Kegiatan yang bertujuan untuk merawat tradisi ini sudah menjadi agenda rutin KWPSI sejak 2013.
Selain meugang bersama, KWPSI juga memberikan santunan kepada anak yatim dan fakir miskin.
"Ada 65 anak yatim dan fakir miskin yang disantuni KWPSI tahun ini dengan membagikan daging meugang kepada mereka, baik yang diserahkan di lokasi meugang maupun yang diantar langsung ke rumah," kata Ketua KWPSI Azhari.
Azhari didampingi Sekjen KWPSI Muhammad Saman mengatakan, kegiatan meugang ini dilaksanakan untuk merawat tradisi masyarakat Aceh dalam menyambut bulan puasa.
Baca: KWPSI Diminta Terus Kawal Syariat Islam di Aceh
Meugang KWPSI terasa berbeda karena dilakukan dengan meuripee (urunan).
“Kegiatan ini kita laksanakan setiap tahun untuk melestarikan budaya masyarakat Aceh. Jadi kita buat kegiatan meugang dengan meurape. Selain kita melihat dari aspek tradisi kegiatan ini juga untuk meningkatkan silaturahmi di antara kita,” katanya.
Azhari memyebutkan, meugang tahun 2019 panitia menyembelih dua ekor lembu yang dibeli dari hasil urunan para anggota, jamaah pengajian, dan simpatisan KWPSI.
Kegiatan meugang dengan sistem meuripee sudah menjadi agenda rutin KWPSI dalam merawat tradisi dan berbagi kebaikan kepada mereka yang membutuhkan sejak 2013.
Baca: Tim KWPSI Peduli Gempa Berangkatkan 25 Relawan
Lebih lanjut Azhari berharap, dengan adanya pembagian daging meugang dapat meringankan beban terutama anak yatim dan fakir miskin dalam menghadapi hari meugang yang memang sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Aceh.
Dalam kesempatan itu, Sekretaris Dewan Pembina KWPSI Harun Keuchik Leumiek mengapresiasi kegiatan meugang yang dilaksanakan KWPSI dan sudah berjalan 7 tahun.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/foto-bersama-saat-meugang-kwpsi-tahun-2019.jpg)