Seniman "Bunga Kopi" Dimakamkan di Karet Bivak, Kepala Taman Budaya Aceh Kirim Bunga

Seniman "Rangkaian Bunga Kopi" M. Jassin Burhan yang meninggal dunia Minggu (19/5/2019) dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta.

Seniman
SERAMBINEWS.COM/FIKAR W EDA
Almarhum Jassin Burhan (paling kanan) bersama Rangkaian Bunga Kopi di Kantor SERAMBI INDONESIA tahun 2016. 

Seniman "Bunga Kopi" Dimakamkan di Karet Bivak, Kepala Taman Budaya Aceh Kirim Bunga

Laporan Fikar W Eda | Jakarta

SERAMBINEWS.COM, JAKARTA -  Seniman "Rangkaian Bunga Kopi"  M Jassin Burhan yang meninggal dunia Minggu (19/5/2019) dimakamkan di Taman Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak, Jakarta, Senin (20/5/2019).

Kepala Taman Seni dan Budaya Aceh, D Keumalawati mengirimkan karangan bunga duka cita. Tokoh masyarakat Gayo Jakarta, Alwin Desry mengatakan, Jassin Burhan adalah sosok seniman yang setia mengkampanyekan kopi Gayo hingga dikenal luas seperti sekarang ini.

"Almarhum bersama kelompoknya, Rangakaian Bunga Kopi ---Yoppi Andri, Yoyok Harness, Fikar W Eda--  selalu mengkampanyekan kopi Gayo di berbagai tempat di Indonesia dan Australia. Mereka ikut punya andil membumikan kopi Gayo di dalam negeri," kata Alwien Desry yang juga pengurus perkumpulan masyarakat Gayo, Musara Gayo, Jakarta.

Hadir pada pemakaman sejumlah seniman Indonesia, anatara lain She Ine Febrianti, Devie Matahari, kurator Merwan Yusuf, penulis Chairil Gibran Ramadhan dan lain-lain.

Jassin Burhan lahir di Jakarta 29 November 1955. Belajar musik di IKJ (Institut Kesenian Jakarta) dan "Concervatoire Nationale de Musique de Romainville" di Paris, serta menjadi mahasiswa tamu di "Concervatoire Nationale Superieur de Musique de Paris" di kelas cello (Jean FERRY, Asisten Phillippe Muller ).

 

Baca: Jassin Burhan, Personel Rangkaian Bunga Kopi, Berpulang ke Rahmatullah

Baca: Doktor Sastra Bedah Puisi Penyair Aceh D Keumalawati di PDS HB Jassin Jakarta

Baca: Rangkaian Bunga Kopi Gelar Pentas Songsong GAMIFest di Fakultas Kopi Jakarta

Jassin Burhan adalah satu-satunya pemain cello di dunia yang memainkan alat musiknya di atas ekor sayap replika pesawat Seulawah RI 001 Taman Mini Indonesia Indah.

Pada 2009, membuat rekaman di Paris untuk komposisi bersama komponis mancanegara dan pemain musik dari Paris. Lagunya berjudul "Pour ma mere". Duet untuk cello dan piano, sudah diedarkan di kawasan Eropa dan Amerika.

Bergabung dengan "Rangkaian Bunga Kopi " untuk tour keliling " Tour de Coffe Gayo" Sumatra dan Jawa. Membuat arransemen Lagu Hymne Bener Meriah "SULUH " karaya Almarhum A R Moesse.(*)

Penulis: Fikar W Eda
Editor: Jalimin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved