Info Haji Aceh
Masjid Arab Rasa Indonesia di Mina
Di Mina terdapat Jamarat, yaitu tempat melempar jumrah. Di seputaran kawasan perkemahan Indonesia terdapat satu unit masjid besar dan indah
HASAN BASRI M NUR, Konresponden Serambi Indonesia, Melaporkan dari Mina
Jamaah haji berada (mabit) di Mina selama 3-4 hari. Di Mina terdapat Jamarat, yaitu tempat melempar jumrah. Di seputaran kawasan perkemahan Indonesia terdapat satu unit masjid besar dan indah yang hanya dibuka pada musim haji, lazim disebut “Masjid Mina”. Jamaah haji Indonesia sangat dominan di masjid ini sehingga pengelolanya “memanjakan” mereka.
Setiap selesai waktu shalat fardhu yang digelar secara qasar dan tanpa jamak, diadakan kajian Islam. Materi yang dibahas seputar fiqh haji, yang berisi tata cara pelaksanaannya hingga ciri haji mabrur bagi alumninya.
Narasumber dalam kajian ini adalah ulama Saudi Arabia, berceramah dalam Bahasa Arab dengan referensi kitab-kitab makruf. Namun, menariknya, panitia menyediakan seorang penerjemah isi tausiah ke dalam Bahasa Indonesia. Pemateri dan penerjemah duduk di bangku yang sama di depan ratusan ribu jamaah yang berasal dari berbagai negara.
Amatan Serambi, jamaah Indonesia memilih shaf-shaf depan agar dapat menyimak tausiah dengan seksama. Sementara jamaah haji asal negara-negara Afrika, India dan lain-lain tampak tetap mengikuti kajian, walau isinya tidak diterjemahkan ke dalam bahasa mereka.
Yulian Gressando, jamaah haji asal Kota Banda Aceh, memandang positif transliterasi dari Arab ke Indonesia kajian di Masjid Mina. Menurutnya, terdapat beberapa sisi positif, antara lain topik yang ditausiahkan sangat relevan dengan rencana kegiatan jamaah haji pada hari itu, seperti tata cara melempar jumrah.
“Tausiah ini menambah wawasan ilmu terkait pelaksanaan jamarat secara detil, yang mungkin belum diperoleh ketika manasik di tanah air. Selain itu, jamaah Indonesia semakin rajin ke Masjid Mina karena ada tausiah yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia,” ujar Yulian.
Tak hanya itu, panitia masjid juga membagi beberapa kitab yang telah diterjemahkan ke dalam Bahasa Indonesia. Pada hari terakhir jamaah haji berada di Mina, panitia masjid juga mempersilakan jamaah untuk mengambil seluruh Al-Qur’an yang sangat baru yang tersebar di rak-rak masjid.
Shalat jamaah di Masjid Mina tidak diiringi dengan zikir atau doa berjamaah seusai shalat. Waktu jeda usai shalat hanya cukup untuk melaksanakan shalat sunat dua rakat, lalu langsung dimulai tausiah atau kajian Islam sekitar 45 menit.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/aceh/foto/bank/originals/Masjid-Arab-Rasa-Indonesia-di-Mina.jpg)